Temuan itu saat sidak lapangan oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama Section Head Commrel Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Romi Bakhtiar, dan SAM Pertamina Patra Niaga Sumbar, Fakhri Rizal Hasibuan.
Andre menegaskan, sidak dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berjalan lancar di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
“Kita ingin memastikan tidak ada gangguan suplai dan semua SPBU menyalurkan BBM sesuai ketentuan,” ujarnya di lokasi.
Penjualan BBM Sumbar 2025 Naik 2,4 Persen
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga per November 2025, total penjualan BBM dan LPG di Sumatera Barat menunjukkan tren positif dibanding tahun 2024.
Konsumsi solar/gasoil (diesel fuel) memang terjadi peningkatan 12 persen menjadi 1.532 KL/hari. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite yang tumbuh 24 persen dan Dex naik 17 persen, seiring aktivitas logistik dan transportasi barang yang masih tinggi di wilayah Sumbar.
Sedangkan gasoline (bensin) naik 2,4 persen menjadi 2.215 kiloliter per hari, didorong peningkatan konsumsi Pertamax sebesar 26 persen (366 KL/hari) dan Pertamax Turbo naik 73 persen (13 KL/hari).
Sementara Pertalite justru turun tipis 0,2 persen menjadi 1.835 KL/hari, menunjukkan pergeseran sebagian pengguna ke BBM non-subsidi.
Penyaluran LPG PSO (subsidi) juga meningkat 5,6 persen menjadi 417 metrik ton per hari, menandakan konsumsi rumah tangga masih stabil. Sementara kerosin (minyak tanah) tercatat naik 12 persen menjadi 5,9 KL/hari.
Stok BBM dan LPG Aman, Pertamax Turbo Masih Proses Build Up
Dari sisi ketahanan pasokan, Romi Bakhtiar memastikan stok BBM dan LPG di Sumbar dalam kondisi aman.
Berdasarkan data per 8 November 2025, stok Biosolar untuk 17 hari, Pertalite 11,5 hari, Pertamax 2,3 hari.
“Kapal suplai sesuai jadwal, telah tiba kemarin (8/11) sore. Secara umum stok dan penyaluran BBM serta LPG di Sumatera Barat dalam kondisi aman dan berjalan lancar. Hanya Pertamax Turbo yang sempat kosong karena proses pasokan sedang berjalan,” jelas Romi Bakhtiar.
Hal senada disampaikan Fakhri Rizal Hasibuan, yang menambahkan bahwa Pertamina terus memantau distribusi di seluruh SPBU agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat konsumen.
“Kami memastikan stok cukup dan suplai berlangsung sesuai jadwal kapal serta distribusi darat,” ujarnya.
Pemantauan Distribusi Terus Diperketat
Andre Rosiade mengapresiasi langkah cepat Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan BBM dan LPG di Sumatera Barat, namun meminta pengawasan di lapangan lebih ketat.
“Antrean di SPBU ini menunjukkan tingginya permintaan, terutama solar untuk kendaraan logistik. Kita akan terus pantau agar distribusi tepat sasaran,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison