Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wali Kota Padang Liburkan Siswa SD–SMP, Status Tanggap Darurat Resmi Berlaku hingga 8 Desember 2025

Hendra Efison • Kamis, 27 November 2025 | 10:21 WIB

Air sungai Batang Kuranji meluap hingga ke Jalan Jamal Jamil, Surau Gadang, Nanggalo, mengakibatkan anak-anak tidak bisa berangkat ke sekolah, Kamis pagi (27/11/2025).
Air sungai Batang Kuranji meluap hingga ke Jalan Jamal Jamil, Surau Gadang, Nanggalo, mengakibatkan anak-anak tidak bisa berangkat ke sekolah, Kamis pagi (27/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan Pemko Padang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam melalui Surat Keputusan Wali Kota Padang Nomor 795.

Status tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025.

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, bencana cuaca ekstrem telah menimbulkan berbagai kerusakan di 11 kecamatan, meliputi:

Kerusakan permukiman warga meliputi:

Selain itu, satu unit musala di Pauh Lambung Bukit mengalami rusak berat, serta jalan putus sepanjang 60 meter di kawasan yang sama.

Delapan intake Perumda Air Minum Padang juga mengalami kerusakan, menyebabkan sekitar 100.000 pelanggan terdampak gangguan distribusi air bersih.

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak terhadap 27.138 jiwa warga Kota Padang.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang meliburkan seluruh siswa tingkat SD dan SMP menyusul bencana hidrometeorologi yang masih melanda sejumlah wilayah di Kota Padang.

Keputusan tersebut ditetapkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, membenarkan kebijakan tersebut dan menyebutkan surat edaran sedang diproses. “Betul, dan surat edarannya tengah kami siapkan,” kata Yopi, Kamis (27/11/2025).

Selain meliburkan siswa, Wali Kota Padang juga menginstruksikan seluruh kantor camat dan lurah difungsikan sebagai lokasi evakuasi sementara warga terdampak bencana.

Aparatur sipil negara (ASN) yang tidak terdampak diminta tetap masuk kerja untuk membantu pelayanan darurat.

“Kita sudah minta agar ASN yang tidak terdampak bencana tetap bertugas. Buka kantornya untuk tempat evakuasi sementara warga yang membutuhkan,” ujar Fadly Amran saat meninjau lokasi banjir di Lubuk Minturun.

Wali Kota juga memerintahkan penguatan personel penanganan bencana. ASN yang memiliki pengalaman di bidang kebencanaan diminta kembali bergabung dalam satuan tugas BPBD guna mempercepat proses evakuasi warga.

“Kita masih dalam kondisi bencana hidrometeorologi yang belum mereda. Saya sudah minta personel berpengalaman untuk kembali bergabung dalam satgas BPBD,” tegas Fadly.(*)

 

Editor : Hendra Efison
#siswa diliburkan Padang #bencana Padang #banjir dan longsor Kota Padang #status tanggap darurat Padang