Warga terdampak kesulitan memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) akibat terhentinya distribusi air.
Warga mulai memanfaatkan air hujan sebagai sumber air alternatif. Penampungan air hujan dilakukan terutama oleh warga yang tidak memiliki sumur untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Henpri (47), warga Siteba, mengatakan dirinya menampung air hujan sejak pagi untuk kebutuhan keluarga.
“Untuk air minum, kami tetap mengandalkan air galon dari penjual di komplek,” ujarnya, Kamis sore (27/11/2025).
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyebut hampir seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) berhenti beroperasi akibat intake tertimbun lumpur dan material dari aliran sungai.
IPA yang terdampak meliputi IPA Guo, Paraku, Latung, Jagad, Palukahan, dan Gunungpangilun.
Petugas tetap melakukan pembersihan sedimentasi dan material di area intake meski debit air sungai meningkat. Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk mempercepat pemulihan layanan. (edg)
Editor : Hendra Efison