Hujan lebat yang turun hampir sepanjang hari berdampak langsung pada tingkat kunjungan pembeli dan distribusi barang, sehingga membuat roda perekonomian pasar melambat.
Pantauan di lapangan pada Kamis (27/11/2025), sejumlah los dan lapak tampak lengang, bahkan pada jam-jam yang biasanya padat pengunjung.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas pasar.
Yunarti (53), pedagang buah di Pasar Raya Padang, mengungkapkan penurunan aktivitas jual beli sejak hujan melanda.
“Biasanya, jam segini pasar sudah ramai. Tapi lihatlah, sepi sekali. Hujan begini membuat orang malas keluar rumah, apalagi ke pasar,” ujar Yunarti.
Hal serupa disampaikan Adri (47), pedagang sayur. Ia menyebut omzet dagangannya turun drastis dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah berhari-hari begini. Barang dagangan kami cepat busuk kalau tidak laku. Jual beli turun lebih dari separuh. Kami khawatir tidak bisa menutupi modal,” kata Adri.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan pada sisi pasokan. Amri (61), pedagang cabai, mengatakan distribusi barang dari luar kota mengalami keterlambatan akibat banjir dan longsor di sejumlah jalur penghubung antarwilayah di Sumatera Barat.
“Pasokan cabai kami terlambat datang karena jalan di luar kota lumpuh. Ini mengganggu stok dan aktivitas jualan kami,” ungkap Amri.
Meski kondisi pasar cenderung sepi, sebagian pedagang tetap bertahan berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara itu, sejumlah pembeli masih terlihat datang, terutama untuk memenuhi kebutuhan usaha.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Akses Penumpang ke Bandara Minangkabau Terganggu
Anto (41), pemilik rumah makan di kawasan Indarung, menyatakan terpaksa tetap berbelanja ke pasar.
“Kami tetap harus datang ke pasar untuk membeli bahan dasar untuk warung. Kalau tidak ada bahan, rumah makan tidak bisa buka,” jelas Anto.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas ekonomi kembali normal.(CR3)
Editor : Hendra Efison