Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Cabai Merah Melonjak Tajam di Padang, Pasokan Tersendat Akibat Jalan Terputus

Fadli Zikri • Sabtu, 29 November 2025 | 09:17 WIB

Kondisi di Pasar Lubukbuaya yang terlihat sepi saat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir.
Kondisi di Pasar Lubukbuaya yang terlihat sepi saat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir.
PADEK.JAWAPOS.COM—Ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang mulai terganggu menyusul terputusnya akses jalan di berbagai titik akibat cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Gangguan distribusi membuat pasokan komoditas utama seperti cabai merah, bawang, dan sayuran hijau menurun tajam, sehingga memicu lonjakan harga signifikan di tingkat pedagang maupun konsumen.

Berkurangnya pasokan bahan pangan turut diperparah oleh hujan deras berkepanjangan yang memicu banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah distribusi. Kondisi tersebut menghentikan proses panen di sentra produksi, sekaligus memutus jalur transportasi dari daerah pemasok menuju Kota Padang. Pasar-pasar yang selama ini bergantung pada pasokan rutin kini mulai mengalami kelangkaan barang.

Pantauan Padang Ekspres, Jumat (28/11) di Pasar Lubukbuaya menjadi salah satu titik yang terdampak cukup berat. Rini Susanti, 45, pedagang cabai merah di pasar tersebut, mengaku tidak lagi mendapatkan pasokan baru setelah putusnya akses jalan lintas yang biasa dilalui pemasok. Ia menyebut hanya mengandalkan sisa persediaan lama yang sudah habis sejak Rabu lalu.

“Saat ini saya tidak mendapatkan stok cabai merah. Pagi tadi stok cabai saya hanya 200 kilogram, itu pun sisa stok hari Rabu yang sudah habis terjual, karena Kamis dan hari ini tidak ada pasokan yang masuk karena jalan banyak yang terputus,” ujar Rini saat ditemui di lapaknya.

Ketiadaan suplai membuat harga cabai merah meroket dalam waktu singkat. Dari harga normal sekitar Rp 65 ribu per kilogram, kini tembus hingga Rp 110 ribu per kilogram.

“Hari ini (kemarin) harga cabai merah tembus Rp 110 ribu karena pasokan tidak ada. Hari Rabu itu harganya Rp 65 ribu, Kamis naik jadi Rp 70 ribu,” jelas Rini.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas sayur-mayur. Brokoli, wortel, sawi, kol, dan aneka bawang turut mengalami kelangkaan akibat terbatasnya stok dari daerah penghasil. Putusnya jalur Padang–Padangpanjang–Bukittinggi menjadi faktor utama terhambatnya kiriman pasokan dari sentra pertanian tersebut.

Ramaini, 75, pedagang sayuran di pasar yang sama, mengaku sudah beberapa hari terakhir tidak menerima pasokan baru karena kendaraan pengangkut tidak bisa melalui jalan yang tertutup longsor. Ia terpaksa menjual sisa stok lama, termasuk bawang yang sudah mulai bertunas karena disimpan terlalu lama.

“Barang hari ini (kemarin) tidak ada yang masuk karena jalan longsor. Saya biasa ambil barang dari Batusangkar, tapi sekarang tidak bisa. Ini saya jual stok bawang satu minggu lalu, sudah mulai tumbuh,” tuturnya.

Ramaini memperkirakan bahwa harga sayuran akan kembali naik dalam satu hingga dua hari ke depan apabila distribusi belum pulih. Ia menambahkan bahwa kondisi hujan membuat perjalanan distribusi semakin rawan dan sayuran cepat rusak di perjalanan. “Ditambah lagi jalan macet, sampai ke pasar bisa lama. Jadi cepat busuk, terutama sawi,” lanjutnya.

Kerusakan kualitas produk membuat pedagang mengalami kerugian karena sebagian stok harus dibuang sebelum sempat terjual. Para pedagang berharap pemerintah segera menangani akses jalan yang terputus agar distribusi kembali normal dan pasokan bahan pangan dapat stabil kembali. (cr6)

Editor : Adetio Purtama
#Pasar Lubukbuaya #melonjak #harga cabai merah #padang #jalan terputus