Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini warga serta memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Rombongan memulai kunjungan dari lokasi pengungsian di Masjid Al Hijrah, Jalan Kampung Apa, lalu bergerak ke Perumahan Lumin Park dan dapur umum di sekitar Puskesmas Air Dingin.
Mereka juga melihat langsung kerusakan Jembatan Surau Gadang yang putus akibat hujan ekstrem dalam sepekan terakhir.
Di setiap titik, Vasko memberikan laporan situasi terkini kepada Titiek Soeharto.
Ia menyampaikan bahwa banjir mulai surut, namun kebutuhan air bersih justru menjadi masalah paling mendesak.
Sistem air PAM terhenti total karena intake tertutup material banjir sehingga air baku sangat keruh.
“Lokasi yang kita datangi ini kemarin terendam banjir, tetapi sekarang sudah kering. Namun jalur air PAM mati semua. Masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Vasko.
Sementara itu, aktivitas warga terlihat mulai pulih. Sejumlah anak tampak mencari ikan di parit sisa banjir, meski kebutuhan dasar seperti air bersih belum sepenuhnya terpenuhi.
Menanggapi laporan tersebut, Titiek Soeharto meminta pemerintah daerah segera mempercepat koordinasi dengan PDAM dan pemerintah pusat untuk memulihkan pasokan air bersih.
“Tolonglah Pak Wagub, telepon ke PDAM dan pusat. Apa yang bisa segera dilakukan di sini perlu dipercepat,” ujarnya.
Selain meninjau kondisi banjir, Titiek juga memastikan penyaluran bantuan pangan dari Bulog berjalan lancar.
Total bantuan tanggap darurat yang disalurkan untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 34.302.520 kilogram beras dan 6.860.504 liter minyak goreng.
Dari jumlah itu, Sumbar mendapat alokasi 6.794.960 kilogram beras dan 1.358.992 liter minyak goreng.
Vasko menambahkan, sebagian besar wilayah Kota Padang sudah kembali mendapat pasokan listrik, sementara beberapa daerah di luar kota masih mengalami pemadaman.
Ia menegaskan pemulihan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Pemprov Sumbar bersama Forkopimda dan instansi vertikal menyatakan akan mengawal perbaikan intake PAM, distribusi air bersih darurat, serta percepatan koordinasi lintas instansi agar layanan dasar bagi warga segera pulih.(*)
Editor : Hendra Efison