Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pulihkan Trauma Anak Pascabencana, DP3AP2KB Padang Datangi Posko Pengungsian

Suyudi Adri Pratama • Kamis, 4 Desember 2025 | 11:00 WIB

Petugas DP3AP2KB Padang berinteraksi dengan anak-anak di salah satu posko pengungsian di kawasan Lubuk Minturun, kemarin.
Petugas DP3AP2KB Padang berinteraksi dengan anak-anak di salah satu posko pengungsian di kawasan Lubuk Minturun, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang terus melakukan upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan trauma healing di berbagai posko pengungsian.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak serta memastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan dan ruang aman pascabencana.

Trauma healing ini menyasar anak-anak yang mengalami dampak langsung, mulai dari kehilangan rumah, lingkungan sekolah, hingga anggota keluarga.

Saat ditemui di salah satu posko pengungsian di kawasan Akademi Maritim Sapta Samudra, Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah, Rabu (3/12), Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, menegaskan bahwa pendampingan psikologis bagi anak-anak sangat penting dilakukan sejak dini.

“Anak-anak tidak mudah melupakan peristiwa yang mereka alami. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan psikologis agar mereka tetap kuat dan tidak terhanyut dengan kondisi bencana,” ujar Ade.

Menurutnya, bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam, terutama bagi anak-anak. Ketakutan, kecemasan, hingga rasa kehilangan dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Dalam pelaksanaan trauma healing tersebut, DP3AP2KB Kota Padang menghadirkan psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) serta tim pendamping profesional.

Mereka memberikan berbagai sesi kegiatan berupa permainan, edukasi, serta aktivitas interaktif yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dan kembali membangun rasa aman.

“Kegiatan ini dirancang untuk membangun keberanian, ketahanan mental, serta mengembalikan keceriaan anak-anak di pengungsian. Kita ingin memastikan anak-anak tetap terhormat, tetap bahagia, dan memiliki kekuatan mental di tengah kondisi sulit ini,” kata Ade.

Selain pendampingan dari sisi psikologis, DP3AP2KB juga menyalurkan makanan pendukung khusus bagi anak-anak di posko pengungsian. Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi selama masa pengungsian.

Ade menjelaskan, kegiatan trauma healing tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi telah dilaksanakan di beberapa kecamatan yang terdampak banjir dan longsor di Kota Padang. Sejumlah posko pengungsian menjadi titik fokus pemulihan kondisi anak-anak yang terdampak bencana.

“Pendampingan ini sudah kita lakukan di beberapa posko pengungsian. Upaya maksimal akan terus kami lakukan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana besar di Kota Padang,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini anak-anak dapat kembali merasa aman, nyaman, serta mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik meskipun masih berada di pengungsian. Pemerintah Kota Padang juga berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama dalam kondisi darurat bencana. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#DP3AP2KB Padang #Pulihkan #posko pengungsian #pascabencana #anak #trauma