Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan duka atas bencana yang melanda masyarakat.
Perusahaan hadir melalui program Semen Padang Peduli untuk mendukung penanganan pemerintah daerah.
Pada hari pertama bencana, perusahaan menyediakan makan siang dan makan malam bagi warga Lambung Bukit.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang juga dikerahkan mengevakuasi warga dari titik-titik terdampak.
Sehari kemudian, bantuan sembako disalurkan ke wilayah yang sempat terisolasi.
PT Semen Padang mengerahkan tiga unit alat berat untuk membersihkan material banjir di sejumlah lokasi.
Fokus utama berada di Jalan Raya Mohammad Hatta, jalur strategis penghubung Simpang Pasar Baru–Simpang Pasir, yang sempat terhambat lumpur dan material kayu.
Pembersihan ini mempercepat pemulihan mobilitas warga dan kelancaran distribusi bantuan.
Selain itu, alat berat ditempatkan untuk normalisasi Sungai Batang Kuranji serta pembangunan tanggul darurat di kawasan Gunung Nago, Simpang Pasia, dan Batu Busuk.
Win menyampaikan upaya ini penting untuk mengurangi risiko banjir susulan dan menjaga keselamatan warga.
Puluhan relawan TRC Semen Padang juga dikerahkan membersihkan fasilitas umum, termasuk masjid, musala, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang terdampak lumpur.
Koordinator Posko Semen Padang Peduli Siaga Bencana, Ferdy Dinardo, menyebut alat berat perusahaan masih bekerja di beberapa titik.
Setelah tugas di Batang Kuranji selesai, alat berat langsung dipindahkan ke Batu Busuk untuk melanjutkan pembuatan tanggul dan normalisasi aliran air.
Melalui rangkaian aksi cepat tanggap ini, PT Semen Padang memperlihatkan komitmen berkelanjutan terhadap masyarakat terdampak banjir bandang di Sumatera Barat.
Perusahaan tidak hanya menghadirkan bantuan pada fase tanggap darurat, tetapi juga mendukung pemulihan lingkungan dan penguatan ketahanan daerah.
Dukungan tersebut sejalan dengan peran strategis perusahaan dalam peningkatan resiliensi bencana dan infrastruktur dasar, termasuk normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas umum yang terdampak bencana.(*)
Editor : Hendra Efison