Data tersebut disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang setelah melakukan penghitungan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas yang terdampak.
Dinas PUPR merinci, bencana tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada tujuh jembatan dan satu jembatan lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain itu, ruas jalan sepanjang 1.884 meter juga terdampak. Total kerugian pada sektor ini mencapai Rp157,894,870,855 atau sekitar Rp157,8 miliar.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur bendungan dan aliran sungai. Nilai kerugian akibat kerusakan fasilitas tersebut mencapai Rp84,362,500,000 atau Rp84,3 miliar.
Di sektor fasilitas pemerintahan, kerusakan tercatat pada gedung pendidikan. Sebanyak 22 unit sekolah terdampak, terdiri dari 8 PAUD, 12 sekolah dasar, dan 2 sekolah menengah pertama. Total kerugian pada sektor pendidikan diperkirakan mencapai Rp5,572,835,739 atau sekitar Rp5,57 miliar.
Tak hanya itu, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mengalami dampak signifikan. Kerusakan terjadi pada tujuh intake PDAM, yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp16,526,783,350 atau sekitar Rp16,5 miliar.
"Setelah dilakukan penghitungan secara menyeluruh, total kerugian infrastruktur akibat bencana mencapai Rp264,356,989,944," kata Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, Senin (8/12/2025).(*)
Editor : Heri Sugiarto