Keluhan muncul karena jalur pengisian Pertalite dan Pertamax digabung sehingga memperpanjang waktu tunggu.
SPBU Unand memiliki dua titik pengisian di sisi kanan dan kiri. Namun fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk pemisahan jalur karena keterbatasan petugas.
Supervisor SPBU Unand, Irfan, 31, membenarkan kondisi antrean yang kerap tidak teratur. Ia menyebut penyatuan jalur dilakukan akibat minimnya jumlah karyawan.
“Di sini sangat kekurangan karyawan,” ujar Irfan. Ia menjelaskan hanya dua petugas yang bertugas secara bergantian sehingga pengaturan jalur terpisah tidak memungkinkan.
Menurutnya, pengoperasian dua sisi pengisian sekaligus dengan jalur berbeda akan membebani petugas.
Irfan menyebut dirinya kerap turun langsung membantu proses pengisian BBM.
Ia mengatakan sudah mengajukan penambahan tenaga kerja kepada manajemen. Hingga Kamis sore, permohonan tersebut belum mendapatkan tanggapan.(CR2)
Editor : Hendra Efison