Kunjungan ini bertujuan memastikan keselamatan warga dan mendorong evakuasi ke hunian sementara (Huntara) yang telah disiapkan Pemerintah Kota Padang.
Bersama Sekretaris Utama BNPB Rustian, Fadly Amran mengingatkan pentingnya evakuasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana, khususnya di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
“Sekali lagi kami mengimbau kepada warga Batu Busuak yang berada di daerah bahaya, untuk mengevakuasi diri ke hunian sementara yang sudah disiapkan,” ujar Fadly Amran. “Curah hujan masih cukup tinggi, dan masih membahayakan masyarakat yang berada di sekitar DAS. Jadi kami minta kerja sama masyarakat, untuk keselamatan kita bersama,” tambahnya.
Sestama BNPB Rustian menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mendukung proses pemulihan pascabanjir.
"Saat ini tiga pesawat sudah menjalankan operasi modifikasi cuaca, dan satu pesawat tambahan akan diturunkan esok hari," katanya.
Harapan Huntara Aman
Masyarakat Batu Busuak berharap adanya pembangunan huntara di lokasi mereka yang aman. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan debit air yang sering kali naik membuat warga khawatir.
Sekitar 200 kepala keluarga (KK) warga Batu Busuak yang terdiri dari 5 RT dan 1 RW di Kelurahan Lambuang Bukik.
"Kami sangat mengharapkan adanya donatur atau pemerintah mendirikan huntara yang berada di kawasan aman di seputaran kampung kami," kata Jejen, warga Batu Busuak yang tinggal di RT 02 RW 03 Lambuang Bukik.
Dasrul, Ketua Harian Anak Nagari Pauh V, juga berharap PT Semen Padang dapat mengalokasikan anggaran CSR-nya untuk membangunkan huntara bagi warga Batu Busuak.
"Kami berharap PT Semen Padang dapat membantu warga Batu Busuak dengan membangunkan huntara yang aman," kata Dasrul.
Menyikapi itu, Rustian berjanji akan mengecek lokasi Huntara bersama wali kota Padang, Senin (15/12/2025). "Besok saya akan cek lokasinya bersama wali kota," kata Rustian yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand).
Jalan Kandis Nanggalo Terban
Dampak hujan deras yang memicu meluapnya Sungai Batang Kuranji juga terlihat di Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo. Jalan Kandis Raya di kawasan belakang Kampus Institut Teknologi Padang (ITP) terban, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
“Lokasi jalan Kandis Raya yang terban, tepatnya berada di depan Panti Asuhan Putra Aisyiyah, Kampung Olo, Nanggalo. Untuk itu, kami mengimbau kepada warga untuk tidak melintasi jalan ini,” kata Camat Nanggalo Amrizal Rengganis kepada Padek usai meninjau bersama pihak RW dan warga, Minggu malam (14/12).
Kondisi pascabanjir bandang akhir November lalu membuat banyak jalanan di sekitarnya yang rawan terban dilanda arus sungai yang deras dan meluap. Akar-akar pohon di tepi sungai juga banyak yang sudah terbongkar.
"Iya, kondisi ini kita sampaikan ke OPD terkait sehingga bisa ditangani cepat untuk antisipasi dampak yang lebih buruk bagi masyarakat. Apalagi lokasinya tidak begitu jauh dari jalan utama," ungkapnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto