Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Disdikbud Padang Minta SD dan SMP Tiadakan Study Tour di Tengah Ancaman Bencana

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 16 Desember 2025 | 10:35 WIB
Banjir bandang Batu Busuk Pauh Padang rusak parah. Warga mengungsi, infrastruktur lumpuh, dan mendesak relokasi demi keselamatan. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Banjir bandang Batu Busuk Pauh Padang rusak parah. Warga mengungsi, infrastruktur lumpuh, dan mendesak relokasi demi keselamatan. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)

PADEK.JAWAPOS.COMLibur akhir semester yang bertepatan dengan libur akhir tahun kerap dimanfaatkan oleh sekolah untuk menggelar berbagai aktivitas di luar kelas, seperti study tour dan kegiatan serupa.

Namun di tengah suasana liburan tersebut, kondisi kebencanaan yang melanda Kota Padang dan sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini menjadi perhatian serius.

Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai meningkatkan risiko bencana, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan peserta kegiatan di luar sekolah.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengimbau seluruh sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk meniadakan atau menangguhkan pelaksanaan kegiatan study tour dan aktivitas sejenis selama masa libur akhir semester dan akhir tahun.

Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, pada Senin (15/12) menyampaikan, imbauan tersebut didasarkan pada pertimbangan keselamatan peserta didik di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Padang dan sekitarnya.

“Melihat kondisi Sumbar saat ini, kami berharap sekolah menangguhkan kegiatan study tour, mengingat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini dinilai memiliki risiko tinggi,” ujar Yopi.

Ia menegaskan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan, terlebih untuk kegiatan yang melibatkan perjalanan ke luar sekolah dan mobilitas tinggi.

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang, pihak sekolah bersama orangtua siswa diharapkan dapat mengambil langkah yang bijak demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Yopi juga menekankan pentingnya peran orangtua dalam menyikapi imbauan tersebut. Ia berharap orangtua dapat memahami dan mendukung kebijakan sekolah untuk menunda kegiatan study tour, mengingat kondisi alam yang belum stabil dan potensi bencana yang masih tinggi.

Selain imbauan, Disdikbud Kota Padang juga menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan sekolah yang tetap memaksakan pelaksanaan study tour di tengah kondisi kebencanaan yang ada.

Sekolah yang melanggar imbauan tersebut disebut berpotensi menerima teguran hingga sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Apabila masih ada sekolah yang melaksanakan study tour di tengah ancaman nyata bencana saat ini, tentu akan kami berikan teguran dan sanksi dari dinas,” tegas Yopi.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat mematuhi imbauan tersebut dan mengalihkan kegiatan libur akhir semester ke aktivitas yang lebih aman, seperti kegiatan pembelajaran berbasis rumah atau aktivitas kreatif di lingkungan sekitar, tanpa harus melakukan perjalanan jauh. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#sd #Disdikbud Padang #tiadakan #study tour #smp #Ancaman bencana