Material tersebut merupakan kiriman banjir yang melanda Kota Padang sepekan lalu. Kondisi ini berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan jika hujan kembali turun.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Satlinmas Satpol PP Padang untuk melakukan pembersihan, Rabu (17/12/2025).
Petugas mengevakuasi batang kayu dan material besar yang tersangkut menggunakan mesin pemotong (chainsaw). Kayu-kayu berukuran besar dipotong dan diangkat agar tidak kembali menyumbat aliran air.
“Jika tidak segera dievakuasi, kayu dan lumpur ini bisa kembali menutup aliran sungai dan memicu genangan saat hujan berikutnya,” kata Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si.
Ia menjelaskan, keluhan masyarakat terus diterima karena air kerap meluap ke jalan saat hujan lebat akibat aliran sungai yang tersumbat.
Selain kayu, kondisi saluran irigasi di lokasi juga tertutup lumpur tebal. Satpol PP Padang terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan fungsi irigasi dan aliran sungai kembali optimal.
Di lapangan, personel TRC Satlinmas bekerja terpadu. Satu tim fokus pada pemotongan dan pengangkatan kayu, sementara tim lain mengamankan area dan menata material agar tidak kembali hanyut ke sungai.
Upaya pembersihan juga didukung Pemerintah Kota Padang dengan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimen di sejumlah titik terdampak banjir.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana, guna menekan risiko banjir susulan dan meningkatkan rasa aman masyarakat di kawasan Cupak Tangah.(*)
Editor : Hendra Efison