Hingga Senin (22/12/2025), harga masih berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Pedagang menyebut stabilitas harga tetap dijaga meski permintaan meningkat.
Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Harga masih standar, antara Rp100 ribu sampai Rp140 ribu per kilo, tergantung kualitas daging yang dipilih pembeli,” kata Anton (39), pedagang daging di lantai 2 Los Daging Pasar Raya Padang.
Anton menyebut volume penjualan mengalami kenaikan sekitar 25 persen sejak pertengahan Desember 2025.
Kenaikan permintaan didorong kebutuhan konsumsi menjelang hari raya dan libur akhir tahun.
Pembeli didominasi pelaku usaha kuliner seperti rumah makan dan katering.
Selain itu, permintaan dari rumah tangga mulai meningkat seiring mendekatnya perayaan Natal.
“Paling banyak dari rumah makan dan usaha kuliner. Tapi pembeli rumah tangga juga mulai ramai karena sudah mendekati Natal,” ujarnya.
Meski penjualan meningkat, kondisi pasar secara umum masih terpantau sepi.
Saat ini hanya enam pedagang daging yang bertahan di lantai 2 Los Daging sejak pandemi COVID-19.
Baca Juga: Pemko Padang Dukung Khitan Gratis XI BAZNAS, Targetkan 1.400 Anak Yatim dan Dhuafa
Banyak pedagang memilih berhenti berjualan akibat sepinya pembeli dan lemahnya daya beli.
Anton mengaku kerap menjadi satu-satunya pedagang yang masih bertahan hingga sore hari.
“Sekarang tinggal enam pedagang. Bahkan lewat tengah hari, sering hanya saya yang masih berjualan sampai pukul 3 atau 4 sore,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan lorong pasar relatif lengang, berbeda dengan suasana ramai yang biasanya terjadi menjelang libur panjang.
Stabilnya harga daging sapi ini dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan akhir tahun tanpa tambahan beban biaya.(CR3)
Editor : Hendra Efison