Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penjualan Pedagang Pasar Alai Padang Mulai Pulih Jelang Nataru, Harga Pangan Masih Tinggi

Riyadhatul Khalbi • Kamis, 25 Desember 2025 | 11:07 WIB

Penjualan pedagang Pasar Alai Padang mulai meningkat jelang Nataru, namun harga pangan tinggi pascabencana masih menekan daya beli masyarakat. (Riyadhatul Khalbi/Padeks)
Penjualan pedagang Pasar Alai Padang mulai meningkat jelang Nataru, namun harga pangan tinggi pascabencana masih menekan daya beli masyarakat. (Riyadhatul Khalbi/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Kota Padang memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) setelah terdampak bencana banjir dan longsor.

Momentum Nataru diharapkan mampu mendorong kembali perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha di pasar tradisional.

Sejumlah pedagang di Pasar Alai, Jalan Alai Timur, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, mengaku aktivitas penjualan mulai menunjukkan peningkatan jelang Nataru, meski belum sepenuhnya stabil akibat dampak bencana dan kenaikan harga bahan pangan.

Muhammad Aditya (20), pedagang rempah di Toko Anto Rempah, mengatakan omzet usahanya sempat turun signifikan saat bencana melanda Padang.

Menurutnya, hujan berkepanjangan dan naiknya harga sejumlah komoditas menekan daya beli masyarakat.

“Penurunan lumayan drastis. Dari kondisi normal sekitar 80 persen, sempat turun ke 50–60 persen. Jelang Nataru ini mulai naik di kisaran 70–75 persen,” kata Aditya, Selasa (23/12/2025).

Ia menyebut kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai, sementara rempah-rempah relatif stabil.

Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menutup modal karena harga tinggi sulit diserap pasar.

Pedagang bahan pokok lainnya, Osman (43), yang menjual telur ras, toge, dan tempe, menyampaikan harga telur mengalami kenaikan pascabencana dan menjelang Nataru. Saat ini, harga satu papan telur ras berada di kisaran Rp62.000.

“Harga dari gudang naik. Waktu bencana sekitar Rp58.000, sekarang Rp62.000 per papan,” ujarnya.

Osman menjelaskan, kenaikan harga berdampak pada penurunan volume penjualan, meski telur masih menjadi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, harga telur itik dan ayam kampung relatif stabil.

Di lokasi yang sama, pedagang ikan kering Yulia (59) mengungkapkan harga ikan asin juga naik akibat terbatasnya pasokan yang dipengaruhi cuaca dan berkurangnya hasil panen.

“Barang lagi sedikit. Modal makin tinggi, jadi makin susah dijual,” katanya.

Ia menyebut kondisi pasar masih cenderung sepi dan belum kembali normal.

Sejumlah pedagang berharap harga kebutuhan pokok segera stabil agar minat belanja masyarakat meningkat selama periode libur Nataru.(CR4)

Editor : Hendra Efison
#pedagang pasar Padang #Pasar Alai Padang #harga pangan Padang #ekonomi Padang Nataru