Sejak sore hingga malam hari, arus kedatangan jemaat berjalan lancar dengan pengaturan lalu lintas yang tertib. Suasana suka cita menyelimuti lingkungan gereja, di tengah pengamanan ketat yang dilakukan aparat gabungan demi memastikan pelaksanaan ibadah berjalan kondusif.
Di tengah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas agama tetap terjaga. Kondisi tersebut justru semakin memperkuat solidaritas sosial serta rasa saling peduli antarumat beragama di ibu kota provinsi itu.
Uskup Padang, Vitus Rubianto Solichin, dalam pesannya menyampaikan situasi bencana yang tengah dihadapi masyarakat Sumatera Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk saling mendukung dan membangun kekuatan bersama dalam menghadapi kondisi sulit.
“Dalam situasi Sumatera yang sedang dilanda bencana, setiap elemen masyarakat harus bersatu dan membangun kekuatan yang kokoh. Tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Vitus.
Ia menjelaskan, berbagai kelompok masyarakat dan komunitas keagamaan telah terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan, mulai dari penyaluran bantuan hingga pemberian obat-obatan bagi warga terdampak bencana.
“Tentu seperti yang diharapkan semua orang, tidak hanya kita bawa dalam doa, tetapi juga melalui aksi nyata. Dan itulah yang sedang kita lakukan bersama,” katanya.
Vitus juga menyebutkan, tahun ini merupakan Tahun Peziarahan atau Tahun Yubileum yang mengusung pesan pengharapan. Makna tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Natal tahun ini yang dirayakan di tengah bencana.
“Dalam kondisi seperti sekarang, umat tetap memegang keyakinan dan berbagi suka cita dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Artinya, selama kita bersama-sama membangun, harapan untuk hari yang lebih baik tetap ada,” tuturnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengamanan Misa Natal dilakukan secara ketat. Petugas gabungan terlihat berjaga di sejumlah titik, mengenakan seragam batik, serta melakukan pemeriksaan terhadap setiap jamaat yang akan memasuki area gereja.
Pengamanan tersebut bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaat selama pelaksanaan ibadah berlangsung.
Selain aparat keamanan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat juga turut hadir melakukan pemantauan langsung suasana Misa Natal di Gereja Katedral Santa Teresia.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, mengatakan kehadiran pemerintah daerah dan unsur terkait bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama mendoakan pemulihan daerah pascabencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Saat ini kita masih dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Semoga seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berjalan lancar dan membawa kedamaian bagi semua,” ujarnya.
Di tingkat kota, Pemerintah Kota Padang memastikan pengamanan perayaan Natal 2025 dan libur Tahun Baru 2026 berjalan optimal. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Forkopimda Kota Padang turun langsung memantau pelaksanaan Misa Malam Natal serta kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) Nataru, Rabu malam (24/12).
Monitoring tersebut dilakukan secara terpadu dan bersamaan dengan pemantauan yang dilaksanakan Forkopimda Provinsi Sumatera Barat.
Peninjauan diawali di Gereja Katedral Padang untuk memastikan ibadah Natal berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Selanjutnya, rombongan melakukan pengecekan ke Pos Terpadu Cimpago di kawasan Pantai Padang guna melihat langsung kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan Nataru.
Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemko Padang dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan selama masa libur akhir tahun.
“Sesuai arahan Wali Kota Padang, kami berupaya maksimal memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Nataru. Seluruh OPD terkait telah diinstruksikan untuk memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kebersihan kota, kesiapan hotel dan fasilitas umum, hingga kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemko Padang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju objek wisata, serta meningkatkan pengawasan guna mencegah gangguan ketertiban umum, termasuk praktik pungutan liar.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama libur akhir tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan perayaan Natal umat Kristiani berlangsung aman dan lancar, sekaligus mengecek kesiapan seluruh unsur pengamanan Nataru di lapangan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa libur akhir tahun.
“Masyarakat diharapkan selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas maupun berwisata,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta mengapresiasi kesiapan personel Polri yang bersinergi dengan TNI serta instansi terkait dalam pengamanan libur Natal dan Tahun Baru.
“Terima kasih kepada seluruh personel yang bertugas di Pos Pam, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu. Mari kita berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya keamanan dan kenyamanan selama libur Natal dan Tahun Baru,” tutupnya. (yud/eri)
Editor : Adetio Purtama