Kunjungan tersebut disambut Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Ilham Akbar, serta Kepala Unit Produksi BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan material inovatif SEPABLOCK untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir bandang akhir November 2025.
Buchari Bachter menilai rumah berbasis sistem bata interlock tersebut memenuhi standar kelayakan huni, baik dari sisi struktur maupun tampilan bangunan.
“Setelah melihat langsung, rumah ini layak huni, nyaman, dan memiliki tampilan yang baik,” ujar Buchari saat peninjauan.
Menurutnya, sebagai produk inovasi lokal asal Sumatera Barat, SEPABLOCK berpotensi dimanfaatkan lebih luas, terutama untuk pembangunan hunian di wilayah rawan bencana.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pemulihan pascabencana.
“KADIN Sumbar mendorong pemanfaatan produk dalam negeri yang dapat menjadi solusi pembangunan hunian pascabencana,” kata Buchari.
Sementara itu, Kepala DPRKP Kota Padang, Raf Indria, menyebut SEPABLOCK memiliki keunggulan dari sisi kekuatan material, efisiensi, dan kecepatan proses konstruksi, sehingga dinilai sesuai untuk pembangunan huntap korban bencana.
“Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Padang siap mendukung pemanfaatan SEPABLOCK sebagai material hunian tetap bagi warga terdampak bencana,” ujar Raf.(*)
Editor : Hendra Efison