Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komunitas Padang Board Game: Jadi Tempat Anak Muda Cari Teman dan Hobi Baru

Riyadhatul Khalbi • Selasa, 13 Januari 2026 | 20:07 WIB

Para anggota Komunitas Padang Board Game asyik bermain board game di Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang, baru-baru ini.
Para anggota Komunitas Padang Board Game asyik bermain board game di Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang, baru-baru ini.
Suasana ceria tampak di lantai 2 Bagindo Aziz Chan Youth Center. Di tengah beberapa orang yang serius menatap layar laptop, sekelompok anak muda terlihat larut dalam gelak tawa saat memainkan berbagai board game. Mereka merupakan anggota Padang Board Game, komunitas yang tumbuh pesat dan kini menjadi ruang berkumpulnya para pecinta permainan papan di Kota Padang. Seperti apa ceritanya?

Riyadhatul Khalbi, Padang—

Komunitas Padang Board Game ini didirikan oleh Ikhsanuz Zaky, 30, pada 21 September 2024 lalu sebagai wadah berbagi kebahagiaan melalui aktivitas bermain board game. Pada awal berdiri, hanya sekitar sepuluh orang yang datang dan bergabung.

Kini, jumlah anggota meningkat tajam menjadi sekitar 400 orang yang tergabung dalam grup WhatsApp, berasal dari berbagai latar belakang dan rentang usia.

Ide pendirian komunitas berawal dari pengalaman Ikhsan saat bolak-balik Padang–Jakarta karena pekerjaan. Ia kerap mengunjungi sebuah kafe board game di Jakarta bersama istrinya dan mulai tertarik mendalami hobi tersebut.

Kesenangan yang dirasakan saat bermain membuatnya tergerak untuk menghadirkan pengalaman serupa bagi warga Padang.

“Dulu masih sekitar 10, 9, 8 orang saja. Makin lama, makin banyak terus,” kisah Ikhsan saat ditemui Padang Ekspres dalam kegiatan play day di Youth Center, beberapa waktu lalu.

Promosi awal dilakukan melalui media sosial, terutama Instagram. Seiring waktu, unggahan para peserta yang membagikan keseruan bermain membuat komunitas ini semakin dikenal. Kini, kegiatan rutin play day selalu dihadiri anggota baru maupun peserta dari luar kota.

Komunitas ini terbuka untuk umum, dengan anggota berusia mulai dari anak-anak 5 tahun hingga orang dewasa berusia 45 tahun. Bagi pendatang baru, suasana ramah dan kebersamaan menjadi daya tarik utama. Hal tersebut dirasakan oleh Marion, 22, dari Padangpariaman, yang awalnya sempat ragu namun langsung merasa diterima.

“Dari pertama kali datang itu aku sudah merasa mereka menyenangkan. Mereka welcome dan positif semua,” ujarnya.

Cerita serupa juga datang dari Ulfa Hanum, 25, asal Aceh yang sementara tinggal di Padang. Awalnya ia mencari komunitas untuk mengisi waktu, lalu akhirnya bergabung dengan Padang Board Game dan merasakan kenyamanan karena sikap ramah para anggota serta pendampingan dalam memainkan berbagai jenis permainan.

Jika pada awalnya permainan yang digunakan hanya berasal dari koleksi pribadi Ikhsan, kini komunitas telah memiliki board game hasil patungan anggota melalui mekanisme donasi. Permainan yang dibeli disepakati bersama, sehingga rasa memiliki antaranggota semakin kuat.

Ikhsan mengakui tantangan terbesar adalah bagaimana menumbuhkan minat anggota untuk mendalami dunia board game lebih jauh, tidak sekadar datang bermain.

Meski demikian, ia bersyukur karena semakin banyak orang yang tertarik mengeksplorasi sektor ini, terlebih board game kini menjadi salah satu sub-sektor ekonomi kreatif yang mendapat perhatian dari pemerintah.

Padang Board Game bahkan menjadi satu dari 11 komunitas di Indonesia yang terpilih mengikuti program Creator Camp Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Desember lalu.

Ke depan, Ikhsan berharap semakin banyak warga Kota Padang yang mengenal board game dan lahir karya lokal bertema Minangkabau. “Mudah-mudahan nanti ada board game versi Padang atau Minang yang lahir dari komunitas ini, bisa kita kenalkan ke instansi terkait dan dipasarkan bersama publisher,” harapnya. (*)

Editor : Adetio Purtama
#anak muda #cari teman #hobi baru #Komunitas Padang Board Game