Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB setelah warga setempat curiga karena tidak melihat aktivitas korban selama dua hari.
Kapolsek Padang Timur, AKP Harmon, mengatakan AT merupakan karyawan swasta. Ia dibantu sejumlah saksi yang merupakan tetangga korban, yaitu S (34), L (45), dan TS (39).
“Saksi memanggil dari luar rumah, tetapi tidak ada respons,” ujar AKP Harmon, Minggu (18/1/2026).
Karena kondisi makin mencurigakan, para saksi meminta bantuan seorang warga laki-laki berinisial HB (40). HB kemudian memanjat dan mengecek melalui ventilasi rumah.
Dari celah tersebut, HB melihat korban tergeletak di atas kasur dalam keadaan tidak bergerak.
Laporan itu segera diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas gabungan dari Polresta Padang dan Polsek Padang Timur tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan.
Anggota yang terlibat antara lain Pawas Piket Polresta Padang Iptu Didit Gusbandi, Pamapta SPKT I Ipda Wadi, Unit Identifikasi, Piket Satintelkam, serta personel piket fungsi di bawah koordinasi Pawas Aiptu Yusri Yusron.
Area rumah langsung dipasang garis polisi untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan aman dan tertib. Tim kemudian mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui penyebab kematian.
Sekitar pukul 23.07 WIB, jenazah AT dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar menggunakan ambulans Masjid Raya Andalas untuk menjalani visum luar.(cc1)
Editor : Hendra Efison