Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jadi Percontohan, Trotoar Khatib Sulaiman Padang Kini Lebih Estetik, Inklusif dan Nyaman

Mengki Kurniawan • Minggu, 18 Januari 2026 | 15:51 WIB

Trotoar baru Khatib Sulaiman dinilai lebih luas, inklusif, dan nyaman. Warga mengapresiasi fasilitas lengkap namun berharap vandalisme dapat ditekan. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Trotoar baru Khatib Sulaiman dinilai lebih luas, inklusif, dan nyaman. Warga mengapresiasi fasilitas lengkap namun berharap vandalisme dapat ditekan. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang menata ulang trotoar Jalan Khatib Sulaiman yang kini dinilai lebih nyaman, luas, dan inklusif bagi pejalan kaki. Hingga Minggu (18/1/2026), kawasan tersebut menjadi percontohan fasilitas publik di pusat kota.

Trotoar baru ini memiliki area yang jauh lebih lebar dibanding wilayah lain. Ruang gerak pejalan kaki semakin optimal dengan dukungan guiding block bagi penyandang disabilitas netra.

Pemkot Padang juga menyediakan fasilitas tambahan seperti kursi besi, tempat sampah, dan wastafel cuci tangan. Pohon peneduh turut memberikan kenyamanan bagi warga yang beraktivitas.

Syahrul (46), pengemudi ojek online, mengatakan trotoar tersebut menjadi tempat beristirahat yang layak saat menunggu orderan.

“Dengan adanya trotoar luas ini, saya bisa beristirahat tanpa kepanasan. Biasanya saya duduk bersama rekan ojol lainnya,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Meski demikian, ia menyoroti adanya vandalisme pada dinding dan fasilitas yang mulai rusak.

“Ada saja yang mencoret dinding. Tempat cuci tangan juga ada yang rusak karena dipakai sembarangan. Fasilitas sebagus ini seharusnya kita jaga bersama,” katanya.

Ia berharap standar trotoar ramah pejalan kaki seperti di Khatib Sulaiman dapat diterapkan merata di seluruh wilayah Kota Padang, termasuk kawasan pinggiran.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Trotoar Khatib Sulaiman Kota Padang #penataan kota #fasilitas publik #jadi percontohan