Trotoar baru ini memiliki area yang jauh lebih lebar dibanding wilayah lain. Ruang gerak pejalan kaki semakin optimal dengan dukungan guiding block bagi penyandang disabilitas netra.
Pemkot Padang juga menyediakan fasilitas tambahan seperti kursi besi, tempat sampah, dan wastafel cuci tangan. Pohon peneduh turut memberikan kenyamanan bagi warga yang beraktivitas.
Syahrul (46), pengemudi ojek online, mengatakan trotoar tersebut menjadi tempat beristirahat yang layak saat menunggu orderan.
“Dengan adanya trotoar luas ini, saya bisa beristirahat tanpa kepanasan. Biasanya saya duduk bersama rekan ojol lainnya,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Meski demikian, ia menyoroti adanya vandalisme pada dinding dan fasilitas yang mulai rusak.
“Ada saja yang mencoret dinding. Tempat cuci tangan juga ada yang rusak karena dipakai sembarangan. Fasilitas sebagus ini seharusnya kita jaga bersama,” katanya.
Ia berharap standar trotoar ramah pejalan kaki seperti di Khatib Sulaiman dapat diterapkan merata di seluruh wilayah Kota Padang, termasuk kawasan pinggiran.(cr3)
Editor : Hendra Efison