Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Mulai Berjalan, Pemko Padang Fokus Pulihkan 210 Ha Lahan Rusak Ringan

Suyudi Adri Pratama • Senin, 19 Januari 2026 | 18:01 WIB

Kondisi sawah yang kering akibat irigasi yang rusak di Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan  Kuranji Kota Padang.(Suyudi/Padeks)
Kondisi sawah yang kering akibat irigasi yang rusak di Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang.(Suyudi/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang mulai menjalankan program rehabilitasi sawah terdampak bencana yang bersumber dari Kementerian Pertanian, dengan prioritas pemulihan lahan rusak ringan sejak akhir Januari 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan program tahap awal difokuskan pada sawah yang tertimbun material dengan tingkat kerusakan berbeda.

“Untuk Kota Padang, sawah terdampak kita klasifikasikan dalam tiga kategori, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan,” kata Yoice, Senin (19/1/2026).

Ia merinci, luas lahan rusak berat mencapai 65 hektare, rusak sedang 37 hektare, dan rusak ringan 210 hektare.

Pemulihan tahap awal menyasar kategori rusak ringan karena kondisi lahan masih memungkinkan untuk segera diolah.

“Yang difokuskan lebih dulu itu sawah rusak ringan karena timbunan materialnya tidak terlalu tebal dan masih bisa diolah,” ujarnya.

Total 210 hektare sawah rusak ringan tersebar di sejumlah kawasan pertanian di Kota Padang. Pendataan rinci terhadap titik lokasi masih berlangsung.

“Anggarannya ada di provinsi. Kita di kota bertugas mendetailkan lokasi sawah yang akan direhabilitasi,” kata Yoice.

Ia menambahkan, nilai anggaran tidak dikomunikasikan dalam bentuk rupiah karena bantuan diberikan berupa barang, termasuk benih sesuai luasan lahan.

“Kita tidak dikasih informasi nilai rupiahnya. Bantuan itu berupa barang, seperti benih,” jelasnya.

Selain pemulihan sawah tertimbun sedimen, Pemko Padang menyiapkan penanganan lanjutan untuk kerusakan jaringan irigasi di sejumlah daerah irigasi besar yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi.

“Sejak bencana memang banyak irigasi yang rusak. Ada yang jebol dan ada juga intake yang tidak bisa berfungsi lagi,” kata Yoice.

Baca Juga: Gudang Ikan di Padang Barat Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Sementara itu, untuk saluran irigasi kecil yang masih memiliki sumber air, pembersihan sedimen telah dilakukan secara gotong royong bersama lima kelompok tani pada akhir 2025.

Untuk sawah yang belum memiliki suplai air memadai, Dinas Pertanian menyarankan petani melakukan alih komoditas sementara.

“Kita sarankan petani menanam sayuran atau jagung pakan ternak yang tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya.

Yoice menegaskan, petani yang masih memiliki akses air tetap diperbolehkan menanam padi sesuai kondisi lahan.

Dengan dimulainya rehabilitasi sawah dan pembersihan irigasi, Pemko Padang berharap aktivitas pertanian segera pulih dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga pasca bencana.(yud)

Editor : Hendra Efison
#bencana Kota Padang #Kementan 2026 #rehabilitasi sawah Padang #Yoice Yuliani