Rapat tersebut membahas siapa yang terlibat, apa fokus pembahasan, di mana kegiatan berlangsung, kapan dilaksanakan, mengapa percepatan diperlukan, dan bagaimana langkah teknis dilakukan dalam proses pengadaan tanah.
Pembahasan Pengadaan Tanah dan Permasalahan Sempadan Sungai
Rapat Monev ini menyoroti progres pengadaan tanah untuk pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik yang mencakup 23 bidang lahan.
Selain itu, dibahas pula permasalahan lahan sempadan sungai di kawasan Sitinjau Lauik yang memerlukan penanganan khusus agar tidak menghambat pelaksanaan proyek.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan proses pembebasan lahan.
Ia meminta seluruh pihak menghindari ego sektoral agar proyek berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.
Proyek Masuk PSN dan Langkah Percepatan
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Raymundus Nggajo menyampaikan bahwa pembangunan Fly Over Panorama Sitinjau Lauik dan akses Tol Padang–Sicincin merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Selain itu, ia menekankan sejumlah langkah percepatan yang harus segera dilaksanakan. Langkah tersebut meliputi pengecekan berkas per bidang lahan, memastikan kelengkapan dokumen, melakukan paraf serta verifikasi bersama Satgas, dan memproses data yang telah dinyatakan lengkap tanpa penundaan.
Pemko Padang Tegaskan Komitmen Percepatan PSN
Pj Sekda Kota Padang Raju Minropa menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mendukung percepatan pembebasan lahan sebagai bentuk tanggung jawab daerah dalam menyukseskan PSN di Kota Padang.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wawako, Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal proses ini secara intensif, agar PSN yang berada di Kota Padang bisa berlangsung dengan baik,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto