Lubuktongga berada di Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang. Lokasi ini menawarkan pemandian sungai dengan aliran air jernih yang bersumber dari mata air pegunungan.
Selain area berenang, pengelola menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti terapi ikan garing, layanan musik keluarga, serta kolam budidaya ikan nila.
Kawasan ini juga kerap menjadi titik singgah bagi pengunjung yang melakukan aktivitas lintas alam dan hiking.
Pengelola sekaligus penjaga lokasi, Roziman (42), mengatakan Lubuktongga tidak hanya diminati wisatawan lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah hingga mancanegara.
“Wisatawan dari Prancis, Inggris, sampai Rusia pernah datang ke sini. Saya juga sering membantu mereka sebagai pemandu,” kata Roziman saat ditemui di Lubuktongga, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan. Kehadiran Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol di kawasan Sungaibangek turut mendorong aktivitas wisata, terutama dari kalangan mahasiswa.
Namun, sektor pariwisata Lubuktongga sempat mengalami penurunan pada akhir 2025 akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat.
“Kurang lebih satu bulan hampir tidak ada pengunjung. Air sungai keruh cukup lama dan masyarakat masih khawatir,” ujar Roziman.
Memasuki awal 2026, kunjungan mulai kembali meningkat seiring kondisi cuaca yang membaik. Aliran air di Lubuktongga kembali jernih setelah sempat terdampak banjir dan lumpur.
“Sekitar satu minggu terakhir ini airnya sudah kembali jernih,” tambahnya.
Secara kepemilikan, lahan wisata Lubuktongga merupakan milik pribadi mantan Kepala Dinas Perikanan Kota Padang dan saat ini dikelola oleh warga setempat.
Pengelola tidak menetapkan tiket masuk resmi bagi pengunjung. Saat ini, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000.
“Retribusi pernah diberlakukan sebelumnya, tetapi sekarang tidak ada. Pengunjung hanya bayar parkir,” jelas Roziman.
Bagi pengunjung yang ingin berenang, tidak dikenakan biaya tambahan. Penyewaan ban dalam tersedia dengan tarif Rp5.000 untuk penggunaan sepuasnya.
Fasilitas warung makanan juga tersedia, meski wahana sepeda air sudah tidak lagi beroperasi.
Dengan akses terbuka, biaya terjangkau, dan kondisi alam yang masih terjaga, Lubuktongga tetap menjadi salah satu pilihan wisata sungai di Kota Padang. (CC1)
Editor : Hendra Efison