Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat Kota Padang.
Fadly Amran menegaskan bahwa percepatan pekerjaan sangat dibutuhkan agar pasokan air bagi masyarakat dan lahan pertanian dapat kembali terjaga.
Ia berharap pengerjaan berjalan optimal sehingga distribusi air dapat kembali normal.
PadangBaca Juga: Wali Kota Padang Resmikan 11 Unit HUNSELA untuk Korban Banjir Bandang di Pauh
“Kita ingin persoalan kekeringan ini segera teratasi. Karena itu, pengerjaan tanggap darurat kita lakukan bersama pemerintah provinsi dan balai terkait, agar distribusi air kembali normal, mengairi sawah-sawah masyarakat, serta sumur-sumur warga dapat terisi kembali,” ujarnya.
Penanganan Kolaboratif Pemerintah Kota, Provinsi, dan BWS
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan bahwa saluran irigasi Gunung Nago merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat karena berada dalam Daerah Irigasi Gunung Nago seluas sekitar 2.800 hektare.
Oleh sebab itu, penanganan perbaikan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumbar, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, dan unsur teknis terkait.
Selain itu, BWS Sumatera V juga membantu penguatan suplai air pada saluran irigasi. “Untuk saluran irigasi sebelah kanan, BWS V membantu dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik yang memompa air langsung dari sungai ke saluran irigasi. Sedangkan saluran sebelah kiri sedang dilakukan pembersihan sedimen secara gotong royong,” jelasnya.
Perbaikan Intake Sementara dan Dampak Kekeringan
Tri menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan menurunnya tinggi muka air tanah menjadi salah satu penyebab kekeringan yang membuat banyak sumur dangkal warga mengering.
Dengan dialirkannya air ke saluran irigasi, cadangan air tanah diharapkan kembali terisi sehingga sumur masyarakat dapat berfungsi normal.
“Saat ini BWS Sumatera V tengah membuat intake sementara agar air dapat mengalir ke saluran irigasi Gunung Nago. Kita berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, saluran sudah dapat dialiri air sehingga dapat mengatasi kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto