Debit air yang terus meningkat serta arus yang mulai menderas menyebabkan beberapa permukiman tergenang sejak malam hari.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 20.48 WIB.
Berdasarkan laporan awal, air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 20.45 WIB setelah hujan lebat tidak kunjung reda.
Enam Personel Diterjunkan ke Lokasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Padang memberangkatkan enam personel rescuer pada pukul 21.00 WIB menuju lokasi terdampak di Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung.
Tim SAR menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 24,7 kilometer dengan estimasi waktu tempuh satu jam untuk mencapai titik koordinat 0° 59' 04.2" S 100° 23' 57.1" E yang berada di arah tenggara dari Kantor SAR Padang.
Hendri menjelaskan bahwa kondisi cuaca di lapangan masih menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi karena hujan terus turun disertai angin berkecepatan 6 knot yang membuat debit air meningkat dan arus semakin deras.
Situasi tersebut mengharuskan tim penyelamat bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi agar proses evakuasi warga yang terjebak banjir dapat berjalan aman dan terkendali.
Peralatan SAR Dikerahkan, Korban Masih Didata
Untuk mendukung kelancaran operasi, Kantor SAR Padang mengerahkan berbagai peralatan khusus dan perlengkapan SAR, termasuk perahu rafting, peralatan SAR air, peralatan medis, serta alat komunikasi khusus.
Pengerahan peralatan tersebut dilakukan guna memastikan proses penyelamatan dapat menjangkau titik-titik genangan yang sulit diakses akibat derasnya arus dan tingginya debit air.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah warga terdampak banjir masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Kantor SAR Padang terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh warga yang terjebak dapat segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.(cc1)
Editor : Hendra Efison