Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ziarah Kubur Jelang Ramadhan 2026 Hidupkan TMP Kuranji, Pedagang Bunga Raup Omzet Rp800 Ribu

Mengki Kurniawan • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:27 WIB

Ziarah kubur jelang Ramadhan 2026 di TMP Kuranji Padang dongkrak omzet pedagang bunga hingga Rp800 ribu per hari. (foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Ziarah kubur jelang Ramadhan 2026 di TMP Kuranji Padang dongkrak omzet pedagang bunga hingga Rp800 ribu per hari. (foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan kembali menghidupkan suasana pemakaman di Kota Padang, sekaligus mendatangkan dampak ekonomi bagi pedagang musiman.

Keramaian terlihat di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kuranji pada Minggu, 15 Februari 2026, ketika peziarah memadati area sejak matahari terbit untuk mendoakan keluarga dan kerabat.

Arus peziarah yang terus berdatangan menciptakan peluang usaha bagi warga yang menjajakan bunga tabur di sepanjang akses menuju makam.

Momentum tahunan ini dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber penghasilan tambahan menjelang bulan suci.

Salah seorang pedagang, Esi (40), mengaku merasakan lonjakan keuntungan signifikan dibanding hari biasa.

Ia menjelaskan bahwa berjualan bunga menjelang Ramadhan menjadi rutinitas tahunan yang selalu dinanti karena peningkatan jumlah peziarah berdampak langsung pada pendapatan keluarganya.

Dalam keseharian, Esi bekerja sebagai pedagang sayur di pasar tradisional, namun khusus menjelang Ramadhan dan hari libur ia beralih sementara menjadi penjual bunga tabur karena potensi keuntungannya lebih tinggi.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan selisih pendapatan yang dinilai jauh melampaui hasil berjualan sayur-mayur.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, Esi bersama rekan pedagang lainnya menerapkan sistem patungan dalam pengadaan stok bunga agar dapat memesan dalam jumlah besar sekaligus menekan biaya modal.

Tahun ini, mereka memesan hingga 5.000 tangkai bunga untuk memastikan pasokan mencukupi selama puncak musim ziarah.

Menariknya, pasokan bunga dipesan secara daring langsung dari Surabaya karena dinilai lebih efisien dibandingkan membeli di pasar lokal Padang yang harganya meningkat saat musim ziarah.

Esi menyebut harga pembelian dari luar daerah sebesar Rp1.400 per tangkai, sedangkan harga lokal bisa mencapai Rp3.000 per tangkai.

Baca Juga: 50 Orang Diamankan dalam Razia Premanisme di Pasar Raya Padang

“Kami beli online dari Surabaya karena jatuhnya lebih murah, hanya Rp1.400 per tangkai. Kalau ambil pasokan di Padang, harganya sudah mencapai Rp3.000 per tangkai. Selisih harga itu sangat berarti bagi kami untuk mengejar keuntungan,” ujar Esi saat diwawancarai di lapaknya, Minggu (15/2/2026).

Untuk memudahkan peziarah, bunga dijual dalam kemasan siap pakai seharga Rp5.000 per bungkus yang berisi campuran bunga, irisan daun pandan, serta air mawar.

Dalam sehari, ia mampu menjual 200 hingga 300 bungkus dengan omzet mencapai Rp800.000.

Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga kualitas dan kesegaran bunga di tengah tingginya permintaan serta potensi kelangkaan stok hingga H-1 Ramadhan.

Para pedagang tetap berupaya memenuhi kebutuhan peziarah agar tradisi tahunan ini berjalan lancar sekaligus menjaga keberlanjutan usaha musiman mereka.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Ziarah kubur Padang #Omzet pedagang bunga #Pedagang bunga Ramadhan #TMP Kuranji