PADEK.JAWAPOS.COM—Menyongsong tibanya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, seluruh jajaran petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang menggelar kegiatan kerja bakti insan pemasyarakatan di Musala Masyithah, Selasa (17/2/2026).
Aksi gotong royong ini mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus kesiapan institusi dalam menyambut bulan yang penuh keberkahan.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh petugas yang bahu-membahu melaksanakan sejumlah pekerjaan kebersihan secara menyeluruh.
Di antaranya menyapu dan mengepel lantai musala, membersihkan kaca jendela, merapikan berbagai perlengkapan ibadah, hingga membersihkan area halaman di sekitar musala.
Upaya ini dilakukan demi mewujudkan suasana tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan kondusif baik bagi petugas maupun warga binaan yang akan menunaikan ibadah sepanjang Ramadhan.
Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda kebersihan biasa.
Menurut Mai, kerja bakti tersebut merupakan cerminan kepedulian nyata insan pemasyarakatan terhadap lingkungan, sekaligus perwujudan kesiapan menyambut bulan mulia yang dinantikan seluruh umat Muslim.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap Musala Masyithah dapat menjadi tempat ibadah yang bersih dan nyaman sehingga seluruh petugas dan warga binaan dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk," ujar Mai Yudiansyah.
Di sisi lain, Mai juga menekankan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk mempererat hubungan antarpetugas, membangun kekompakan tim, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan Rutan.
Berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusias, kegiatan kerja bakti ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan insan pemasyarakatan.
Lebih jauh, momentum ini juga dinilai penting dalam mendorong peningkatan kualitas pembinaan kepribadian, terutama dalam aspek keagamaan.
Langkah yang diambil Rutan Kelas IIB Padang ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam membangun ekosistem pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan bernuansa religius sebagai bagian integral dari program pembinaan berkelanjutan yang diemban lembaga tersebut. (cc1)