Tahun ini, selain lampion merah yang menjadi simbol khas Imlek, terlihat deretan lampion hijau yang dipasang berdampingan, menghadirkan pemandangan berbeda di jantung kota tua Padang.
Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, serta rangkaian Cap Go Meh yang berdekatan dengan datangnya Ramadan 1447 Hijriah, melahirkan akulturasi visual di ruang publik Kota Padang.
Fenomena kalender tersebut menjadi latar penyesuaian simbolis yang dilakukan panitia, sehingga perayaan tetap berlangsung tanpa mengabaikan momentum bulan suci umat Islam.
Himpunan Bersatu Teguh (HBT) sebagai organisasi sosial kemasyarakatan Tionghoa tertua di Padang menjadi penggerak utama kemeriahan melalui agenda tahunan bertajuk “Imbazar” atau Bazar HBT.
Koordinator Bidang Sosial HBT Kota Padang, Hanura Rusli, Kamis (19/2/2026), menjelaskan pemasangan lampion hijau di samping merah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang akan memasuki Ramadan.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan tema perayaan tahun ini, “Satu Tradisi, Dua Kebahagiaan”, yang menekankan harmoni dalam keberagaman di Kota Padang.
Agenda utama Imbazar digelar di Gedung HBT Pusat mulai 21 Februari hingga 3 Maret 2026, melibatkan puluhan pelaku UMKM kuliner, pameran otomotif, serta produk pabrikan lainnya.
Selain aktivitas niaga, panggung hiburan diisi dengan lomba tari daerah Minang dan lagu Mandarin yang menampilkan percampuran budaya dalam satu perayaan terbuka untuk masyarakat luas.
HBT juga menggelar donor darah massal bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) pada 21–26 Februari 2026 di Gedung HBT sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.
Puncak Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 mengalami penyesuaian teknis karena berdekatan dengan awal puasa, sehingga perayaan yang biasanya identik dengan arak-arakan di jalan raya dibatasi.
Sebagai gantinya, rangkaian hiburan dialihkan ke dalam gedung dan sebagian kegiatan direncanakan berlangsung pada malam hari setelah berbuka puasa guna menjaga ketenangan ibadah.
Pemerintah Kota Padang turut memanfaatkan momentum ini dengan menggaungkan visi “Padang Rancak” melalui revitalisasi kawasan Kota Tua dan Batang Arau lewat pasar malam sejak pertengahan Februari.
Rangkaian perayaan Imlek 2026 di Kota Padang tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal di kawasan Jembatan Siti Nurbaya dan sekitarnya.(*)
Editor : Hendra Efison