Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Omzet Pedagang Gulai Kambing di Pasa Pabukoan Imam Bonjol Padang Melonjak 50%

Mengki Kurniawan • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:02 WIB

Penjualan Pasa Pabukoan Imam Bonjol Padang naik. Pedagang kambing catat kenaikan 50 persen, omzet capai Rp6 juta per hari.
Penjualan Pasa Pabukoan Imam Bonjol Padang naik. Pedagang kambing catat kenaikan 50 persen, omzet capai Rp6 juta per hari.
PADEK.JAWAPOS.COM—Penjualan pedagang di Pasa Pabukoan yang berlokasi di Pelataran Parkir Imam Bonjol, Kota Padang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa, 24 Februari 2026.

Aktivitas jual beli di pusat takjil tersebut terlihat lebih ramai dan dipadati pengunjung, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Salah satu pedagang, Fadil (56), penjual spesialis olahan kambing, menyebut volume penjualannya naik hingga 50 persen pada Ramadan tahun ini.

“Alhamdulillah, meski harga daging kambing naik sedikit jadi 105 ribu rupiah, tapi penjualan tahun ini luar biasa. Ada peningkatan sampai 50 persen dibanding tahun lalu,” ujar Fadil saat ditemui di sela berjualan, Selasa (24/2/2026).

Dalam operasional harian, Fadil menghabiskan sekitar 30 kilogram daging kambing untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Ia memperoleh pasokan daging dari pedagang langganannya di kawasan Bypass, Kota Padang, untuk menjaga kesegaran bahan baku.

Saat ini, harga beli daging kambing mencapai Rp105.000 per kilogram, naik Rp5.000 dari sebelumnya Rp100.000 per kilogram.

Fadil mulai berjualan pukul 12.00 WIB hingga waktu Maghrib.

Berdasarkan pantauan, pengunjung mulai memadati area setelah waktu Ashar, dengan puncak keramaian terjadi menjelang berbuka puasa ketika pelataran parkir dipenuhi kendaraan.

Di lapaknya, Fadil menjual tiga menu utama, yakni gulai kambing, gulai daca, dan sate kambing, dengan harga Rp50.000 per porsi.

Menu yang paling banyak diminati adalah gulai daca, yaitu gulai kambing yang dicampur potongan terong dan umum ditemukan saat bulan puasa.

“Menu paling laris itu gulai daca, karena memang favorit dan hanya ada pas bulan puasa. Saya masak sendiri semua menunya supaya rasanya pas di lidah pembeli yang datang dari macam-macam suku,” kata Fadil.

Baca Juga: Perbaikan Pompa Selesai, Air PDAM kembali Bersih

Pendapatan harian Fadil saat ini berkisar antara Rp4 juta hingga Rp6 juta.

Untuk berjualan di lokasi tersebut, ia membayar retribusi Rp810.000 per bulan kepada Dinas Perdagangan Kota Padang serta uang keamanan Rp5.000 per hari kepada pemuda setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi Pasa Pabukoan Imam Bonjol berjalan kondusif dengan interaksi pedagang dan pembeli berlangsung lancar selama Ramadan.(*)

Editor : Hendra Efison
#pedagang takjil Ramadhan #Imam Bonjol Padang #gulai kambing #Pasa Pabukoan Padang