Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bronjong 350 Meter Dipasang di Batang Aia Dingin Padang, Cegah Abrasi

Hendra Efison • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:30 WIB

Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang dimulai dengan pemasangan bronjong 350 meter untuk cegah abrasi dan lindungi permukiman.
Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang dimulai dengan pemasangan bronjong 350 meter untuk cegah abrasi dan lindungi permukiman.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah memulai Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang dengan pemasangan batu bronjong sepanjang 350 meter sejak Selasa (24/2/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah abrasi tebing sungai yang semakin parah saat curah hujan tinggi dan melindungi kawasan permukiman di sekitarnya.

Pekerjaan berlangsung di sepanjang tepian Sungai Batang Aia Dingin, Kota Padang, sebagai respons atas kerusakan infrastruktur akibat banjir terakhir.

PT Nindya Karya melalui pelaksana kegiatan, Novriansyah, menjelaskan proyek ini menjadi solusi permanen setelah penanganan darurat sebelumnya tidak bertahan.

“Lokasi ini sebelumnya telah tergerus air cukup parah. Upaya darurat berupa penimbunan tanggul dengan lebar 5 hingga 6 meter sebelumnya sempat dilakukan, namun kembali habis tersapu arus sungai. Karena itu, penggunaan bronjong dipilih sebagai solusi permanen karena timbunan tanah saja terbukti tidak mampu menahan laju gerusan air (abrasi) sungai,” ujar Novriansyah di lokasi pekerjaan.

Dalam skema Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang, bronjong dipasang membentang di titik tebing yang mengalami pengikisan paling berat.

Struktur kawat berisi batu tersebut dirancang untuk menahan tekanan arus dan memperkuat kontur tebing sungai secara lebih stabil dibandingkan timbunan tanah biasa.

Selain bronjong, tim pelaksana juga menyusun batu-batu besar di titik koordinat yang sama.

Penyusunan ini bertujuan mengarahkan aliran air agar tidak menghantam langsung tebing sungai serta mencegah air masuk ke area permukiman dan lahan produktif warga.

Novriansyah menegaskan pekerjaan dimulai sejak hari pertama peninjauan dan ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026.

“Kita sudah mulai hari ini. Insya Allah, target kita sebelum Lebaran pengerjaan ini sudah selesai dilakukan,” tegasnya.

Pelaksanaan Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang dinilai penting karena kawasan tersebut berada di jalur aliran dengan debit tinggi saat hujan deras.

Baca Juga: Bupati Dharmasraya Santuni 100 Anak Yatim di Timpeh

Kerusakan sebelumnya menunjukkan tanggul tanah selebar 5–6 meter tidak mampu menahan abrasi yang terjadi berulang.

Dengan volume pekerjaan 350 meter, proyek ini difokuskan pada segmen tebing yang paling rentan tergerus.

Penguatan struktur tebing diharapkan mampu mengurangi risiko longsor tebing sungai dan dampak banjir susulan terhadap warga sekitar.

Langkah teknis ini menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana yang menitikberatkan pada perkuatan fisik infrastruktur. Pelaksana optimistis konstruksi bronjong dan susunan batu besar akan berfungsi optimal dalam waktu dekat setelah pekerjaan selesai.(*)

Editor : Hendra Efison
#Bronjong Padang #Nindya Karya Banjir Padang #Mitigasi Sungai Batang Aia Dingin Padang #Abrasi Sungai Padang