Pertemuan ini membahas sinergi penguatan infrastruktur dan optimalisasi aset transportasi di Kota Padang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik serta keselamatan perjalanan kereta api.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan, jajaran manajemen, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, bersama pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah strategis yang akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim teknis bersama.
Fadly Amran memaparkan tiga aspirasi utama Pemerintah Kota Padang kepada KAI. Pertama, usulan beautifikasi Kawasan Kota Tua Padang guna memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Kedua, pemanfaatan lahan KAI untuk penyediaan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Ketiga, optimalisasi aset pada kawasan ground card KAI untuk mendukung pembangunan daerah sesuai kebutuhan masyarakat.
Fadly menyampaikan terima kasih kepada KAI atas keterbukaan dalam membahas peluang kerja sama terkait transportasi dan tata ruang.
Ia menegaskan bahwa sinergi ini diperlukan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik serta menciptakan ruang kota yang tertata dan aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Bobby Rasyidin menegaskan dua agenda prioritas yang saat ini menjadi fokus KAI. Pertama, peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan.
Kedua, optimalisasi utilitas jalur kereta api, termasuk upaya meningkatkan keterisian penumpang KA Bandara Minangkabau, yang dinilai masih membutuhkan penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Bobby menjelaskan bahwa KAI siap memperluas kerja sama untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan layanan KA Bandara.
Menurutnya, keberhasilan optimalisasi layanan tersebut memerlukan dukungan penuh dari Pemko Padang melalui penataan akses, integrasi transportasi, dan kampanye penggunaan transportasi publik.
Selain itu, Bobby menyatakan dukungan terhadap rencana penataan Kota Tua Padang. Ia menyebutkan bahwa KAI memiliki pengalaman dalam penataan kawasan serupa di Jakarta sehingga siap memberikan dukungan teknis sepanjang seluruh proses sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pada akhir audiensi, kedua pihak menyepakati pembentukan tim teknis yang akan merumuskan langkah konkret dari seluruh poin kerja sama.
Tim tersebut akan dikoordinasikan internal oleh KAI bersama Dinas Perhubungan Kota Padang untuk mengkaji kebutuhan lapangan, menyusun skema implementasi, serta mempersiapkan tindak lanjut pertemuan berikutnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto