Pantauan di lokasi pada Minggu (8/3/2026) siang menunjukkan kemacetan mulai terjadi di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi akses menuju kawasan pasar.
Antrean kendaraan roda empat terlihat mengular panjang, terutama di jalur yang menjadi pintu masuk area parkir dan pusat pertokoan.
Kondisi lalu lintas semakin padat akibat tingginya jumlah kendaraan yang parkir di bahu jalan.
Deretan sepeda motor dan mobil yang memenuhi area parkir resmi maupun tambahan membuat ruang gerak kendaraan yang melintas menjadi semakin terbatas, sehingga antrean kendaraan terlihat sejak gerbang masuk kawasan pasar.
Si Am (47), seorang juru parkir di Pasar Raya Padang, mengatakan peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan tersebut sudah terasa sejak pagi hari.
Menurutnya, lonjakan kendaraan yang parkir saat ini meningkat drastis dibandingkan hari biasa di luar periode Ramadan.
“Peningkatan volume kendaraan yang parkir sekarang terasa sekali, bisa dibilang naik sampai dua kali lipat dari hari biasanya. Hampir semua kantong parkir penuh sejak pagi,” ujar Si Am saat ditemui pada Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepadatan biasanya mencapai puncaknya pada waktu menjelang siang hingga sore hari.
Si Am memperkirakan jumlah pengunjung masih akan terus meningkat seiring semakin dekatnya perayaan Idulfitri.
“Kami memprediksi ini akan terus meningkat sampai menjelang lebaran nanti. Biasanya puncaknya itu di akhir pekan terakhir sebelum hari raya, di mana warga dari luar kota juga ikut menyerbu pasar ini,” tambahnya.
Keramaian tidak hanya terjadi di area luar pasar, tetapi juga terlihat di dalam lorong-lorong pusat perdagangan tersebut.
Sejumlah area yang menjual kebutuhan pokok dan tekstil menjadi titik paling padat karena banyak dikunjungi warga yang datang dari berbagai wilayah di Kota Padang maupun daerah sekitarnya.
Andrian (36), salah seorang pedagang sayur di Pasar Raya Padang, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung mulai terasa sejak pertengahan Ramadan.
Ia menyebut masyarakat mulai ramai berbelanja kebutuhan pangan untuk konsumsi harian selama bulan puasa.
“Saya pribadi merasakan betul peningkatan jumlah kunjungan saat ini. Masyarakat sudah mulai ramai mencari kebutuhan pokok, bukan hanya untuk buka puasa sehari-hari, tapi juga stok untuk persiapan lebaran,” kata Andrian.
Menurutnya, meskipun harga beberapa komoditas sempat mengalami fluktuasi, daya beli masyarakat masih tetap terjaga.
Hal tersebut terlihat dari meningkatnya omzet penjualan yang ia peroleh dibandingkan dengan pekan pertama Ramadan.
“Alhamdulillah, ada peningkatan penjualan yang cukup terasa saat ini. Sepertinya warga ingin mencicil belanja kebutuhan hari raya agar tidak terlalu menumpuk di akhir Ramadan nanti yang biasanya jauh lebih padat lagi,” ujarnya.
Fenomena lonjakan pengunjung di Pasar Raya Padang merupakan aktivitas yang kerap terjadi setiap tahun menjelang Idulfitri.
Namun, pada tahun ini peningkatan jumlah pengunjung dinilai terjadi lebih awal dibandingkan periode yang sama pada Ramadan sebelumnya.(*)
Editor : Hendra Efison