Hal ini disampaikan Wali Kota Fadly Amran saat menutup Gebyar Ramadan 2026 di Masjid Raya Ganting, Sabtu (15/3/2026) malam.
Program ini merupakan bagian dari upaya transformasi kegiatan keagamaan dan kepemudaan yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Padang.
Subuh Mubarokah Gunakan Teknologi Face Recognition
Fadly Amran menjelaskan, pemantauan kehadiran siswa dalam program Subuh Mubarokah ke depan tidak lagi menggunakan metode manual.
Sebagai gantinya, sistem akan memanfaatkan teknologi face recognition dengan perangkat tablet yang ditempatkan di setiap masjid.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan sekaligus mendukung pengelolaan data kehadiran siswa secara lebih terukur.
“Kita ingin pemerintah hadir secara nyata di tengah antusiasme masyarakat. Masjid dan musala harus menjadi tempat anak-anak kita mengasah mentalitas juara, baik melalui penguatan iman maupun aktivitas sosial lainnya,” ujar Fadly.
Skema Penghargaan untuk Siswa
Untuk menjaga konsistensi peserta, Pemko Padang juga menyiapkan skema penghargaan bagi siswa yang disiplin mengikuti program Subuh Mubarokah.
Bantuan tunai bagi siswa yang aktif direncanakan meningkat dua hingga tiga kali lipat pada triwulan mendatang.
Selain itu, siswa yang mampu mempertahankan kehadiran penuh sepanjang tahun disiapkan apresiasi berupa ibadah umrah.
Bagian dari Transformasi Kegiatan Masjid
Digitalisasi program Subuh Mubarokah menjadi bagian dari inisiatif Remaja Masjid Reborn yang mendorong masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.
Masjid juga diharapkan menjadi pusat pengembangan bakat, aktivitas olahraga, serta literasi digital bagi generasi muda.
Selain penguatan program kepemudaan, Pemko Padang juga berencana melakukan renovasi terhadap Masjid Raya Ganting dengan tetap mempertahankan keaslian arsitektur multietnisnya.
Kawasan masjid tersebut nantinya akan dilengkapi dengan storyboard sejarah untuk memperkuat daya tarik wisata religi di kawasan Kota Tua.
Gebyar Ramadan Diikuti 250 Peserta
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Padang, Jasman, melaporkan bahwa Gebyar Ramadan tahun ini diikuti 250 peserta dari berbagai tingkatan.
Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Maret tersebut mempertandingkan sejumlah cabang lomba, di antaranya Dai Cilik, Sari Tilawah tingkat SD dan SMP, Tahfidz, hingga lomba adzan.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur'an. Seluruh rangkaian berjalan dengan penuh kebersamaan,” ujar Jasman.
Hingga saat ini, program penguatan karakter religius di Kota Padang telah menggerakkan sekitar 60.000 siswa untuk meramaikan masjid setiap subuh.
Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring hadirnya berbagai program inovatif yang dikembangkan pemerintah daerah.(*)
Editor : Hendra Efison