Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tetap Murah di Tengah Lonjakan Harga: Nasi Rp10 Ribu dan Lauk Rp5 Ribu Laris Manis

Irfan R Rusli • Jumat, 17 April 2026 | 07:43 WIB

 

Warung nasi Rp10 ribu di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, tetap laris di tengah harga naik, jadi andalan mahasiswa dan anak kos hemat biaya makan.
Warung nasi Rp10 ribu di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, tetap laris di tengah harga naik, jadi andalan mahasiswa dan anak kos hemat biaya makan.

KAPALO KOTODi tengah lonjakan harga bahan pokok dan biaya operasional, sebuah warung nasi sederhana di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tetap bertahan dengan harga terjangkau dan ramai dikunjungi pelanggan, Kamis (16/4/2026).

Warung milik Anis (59) tersebut menjual nasi Ampera seharga Rp10 ribu, dengan tambahan lauk pauk hanya Rp5 ribu per porsi, di saat banyak pedagang lain menaikkan harga.

Pantauan di lokasi menunjukkan warung yang berada sedikit tersembunyi dari jalan utama itu tetap dipadati pelanggan, terutama mahasiswa dan anak kos yang mencari makanan hemat.

Berbagai lauk khas Minang seperti ayam goreng, telur balado, hingga aneka gulai tersaji di etalase sederhana yang tetap menarik minat pembeli.

Baca Juga: Rusak Diterjang Galodo, Bendungan UNAND Limau Manis Tetap Ramai Dikunjungi Warga

Anis mengaku telah berjualan sejak 2003 dan selama lebih dari dua dekade mempertahankan prinsip berdagang yang tidak semata mengejar keuntungan.

Ia menyebut usahanya juga menjadi bagian dari membantu masyarakat agar tetap bisa mendapatkan makanan layak dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi.

Di saat harga bahan pokok dan kebutuhan operasional meningkat, Anis memilih tidak menaikkan harga karena khawatir pelanggan akan berkurang, terutama karena lokasi warungnya tidak berada di pinggir jalan utama.

Menurutnya, sebagian besar pelanggan merupakan mahasiswa dan anak kos yang sangat sensitif terhadap perubahan harga, bahkan kenaikan kecil dinilai dapat memengaruhi keputusan membeli.

Baca Juga: Truk Hino Terbalik di Padang Dini Hari, Sopir Kabur Usai Out of Control

Selain itu, persaingan kuliner di kawasan Pauh yang semakin ketat, terutama di sepanjang jalur Pasar Baru hingga kawasan kampus Universitas Andalas, membuatnya memilih tetap mempertahankan harga lama.

Anis mengungkapkan salah satu faktor yang memungkinkannya bertahan adalah tidak adanya biaya sewa tempat karena warung yang digunakan merupakan milik pribadi.

Kondisi tersebut membuatnya tidak terbebani biaya tambahan yang kerap menjadi alasan pedagang lain menaikkan harga jual makanan.

Salah seorang pelanggan, Rival (21), mengatakan warung tersebut menjadi pilihan utama karena harga lauk yang murah dan porsi yang dinilai cukup banyak.

Baca Juga: Kebakaran Malam Hari di Sungai Tarab Hanguskan Rumah Warga, Kerugian Tembus Rp300 Juta

Ia mengaku sering membeli makanan di sana, terutama saat kondisi keuangan menipis di akhir bulan, karena tetap bisa makan dengan layak meski memiliki keterbatasan dana.

Rival menilai konsistensi harga yang dipertahankan menjadi keunggulan tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, Anis mengaku tetap berusaha menekan biaya dan tidak mengambil keuntungan besar selama usahanya tetap berjalan.

Ia berharap warungnya dapat terus bertahan dan menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk mendapatkan makanan murah dan mengenyangkan.(*)

Editor : Hendra Efison
#warung murah Padang #nasi Rp10 ribu #kuliner mahasiswa #Pauh Padang