Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

ITB-Unand Gandeng Semen Padang, Kembangkan Pertanian Regeneratif untuk Pemulihan Ekonomi Warga Huntap

Hendra Efison • Selasa, 21 April 2026 | 14:11 WIB
Program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand) di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026). (Humas PTSP)
Program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand) di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026). (Humas PTSP)

KAPALO KOTO – PT Semen Padang menunjukkan dukungannya terhadap program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand) di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).

Program bertema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pascabencana Berbasis Kebun Komunitas” ini difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang berfokus pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan Kementerian Pendidikan Tinggi.

Baca Juga: Wawako Padang Hadiri Banda Aceh Experience City Expo 2026, Siap Kolaborasi Ekonomi Antar Kota

Menurutnya, setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian terpenuhi, perhatian kini diarahkan pada upaya menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian, kini tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu yang produktif dan ramah lingkungan,” ujar Ramadhani.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya bersifat pelatihan singkat, tetapi dilengkapi dengan pendampingan berkelanjutan hingga November 2026.

Baca Juga: UTBK-SNBT UNP 2026 Resmi Dimulai: 18.367 Peserta, Ada Fasilitas Disabilitas & Lokasi Ujian di Mentawai

Selama periode tersebut, tim ITB akan melakukan pemantauan secara intensif terhadap implementasi di lapangan guna memastikan keberlanjutan program.

“Pelatihan memang dilaksanakan selama dua hari, namun pendampingan akan terus berjalan. Harapannya, ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola sumber daya menjadi nilai ekonomi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, warga diberikan berbagai materi pelatihan, di antaranya teknik hidroponik untuk mengatasi keterbatasan lahan, budidaya lebah galo-galo (Trigona), serta pembagian bibit tanaman produktif seperti kelapa dan durian.

Baca Juga: Kekerasan Anak Meningkat, 70 Guru di Padang Dibekali Bimtek Manajemen Kasus

Konsep yang diterapkan menekankan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri atau “kulkas hidup” bagi keluarga.

Ramadhani juga menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas kontribusi nyata dalam mendukung program tersebut.

Dukungan diberikan melalui penyediaan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot yang dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat di kawasan Huntap mampu membangun sistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi pascabencana.(*)

Editor : Hendra Efison
#pengabdian masyarakat ITB #pertanian regeneratif Huntap Padang #ekonomi pascabencana #semen padang