Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Semen Padang Perkuat Pemulihan Ekonomi Huntap Kampung Talang, Dorong Pertanian Berkelanjutan Berbasis Komunitas

Hendra Efison • Selasa, 21 April 2026 | 14:21 WIB

 

Ibu-ibu di Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, mengikuti penguatan kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan, Senin (20/4/2026). (Humas PTSP)
Ibu-ibu di Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, mengikuti penguatan kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan, Senin (20/4/2026). (Humas PTSP)

PAUH – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).

Program ini mendapat dukungan dari PT Semen Padang sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyebut keterlibatan pihaknya merupakan wujud nyata pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Sebagai bagian dari ekosistem sosial di Sumatera Barat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam penguatan kapasitas dan kemandirian warga,” ujarnya.

Baca Juga: Kekerasan Anak Meningkat, 70 Guru di Padang Dibekali Bimtek Manajemen Kasus

Dukungan perusahaan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga diarahkan pada penguatan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas.

Staf TJSL PT Semen Padang, Fajar Rahmadoni, menjelaskan pihaknya menyalurkan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot hasil pengolahan limbah organik.

“Kami memberikan bantuan pupuk kasgot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik berbasis maggot. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis,” katanya.

Kepala Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, Henny Herwina, menilai keberlanjutan aktivitas ekonomi menjadi aspek penting dalam fase pascabencana.

Baca Juga: Fadly Alberto Dicoret Dari Timnas U-20

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mudah diterapkan masyarakat.

“Perekonomian masyarakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar efektif dan aplikatif, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik,” ungkapnya.

Antusiasme warga terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah seorang perwakilan masyarakat, Ema, mengaku memperoleh pengetahuan baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga: Menakar Kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg

“Kami sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru. Harapannya, ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Selain ITB dan Unand, program ini juga melibatkan sejumlah lembaga lain sebagai bentuk pendekatan kolaboratif dalam mempercepat pemulihan berbasis komunitas.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang berfokus pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan Kementerian Pendidikan Tinggi.

Baca Juga: Pedagang Sate dan Kakaknya Diduga Hamili Pelajar SMP

Seiring kondisi yang mulai stabil, program kini diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pendekatan pertanian regeneratif.

Dengan sinergi berbagai pihak, kawasan Huntap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi lokasi relokasi pascabencana, tetapi juga berkembang sebagai model penguatan ekonomi mandiri berbasis pertanian berkelanjutan di wilayah perkotaan.(*)

Editor : Hendra Efison
#ekonomi Huntap Talang #pupuk kasgot maggot #Semen Padang TJSL #pertanian berkelanjutan