PADEK.JAWAPOS.COM-PT Nindya Karya menyampaikan bahwa pengerjaan geobag dan bronjong pasir di kawasan Kuranji Padang merupakan langkah penanganan darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir November lalu.
Project Manager Nindya Karya Infra 1, Mashudi Agung, menjelaskan bahwa lokasi penanganan berada di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, tepatnya di belakang Kampus Universitas Adzkia.
Menurut Mashudi, bencana hidrometeorologi menyebabkan lereng sungai tergerus dan berpotensi mengancam area sekitar, termasuk kawasan kampus yang berada tidak jauh dari titik longsoran.
Langkah cepat diperlukan agar kerusakan tidak meluas. “Penanganan tersebut bersifat sementara sambil menunggu pekerjaan permanen yang akan dilaksanakan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan bahwa Korong Gadang merupakan salah satu titik yang terdampak bencana pada 27 November 2025. Selain itu, banjir di kawasan tersebut juga masih berulang hingga kini.
Mashudi menegaskan bahwa penanganan darurat dilakukan mengikuti arahan teknis dari Balai Wilayah Sungai dan Direktorat Operasi terkait.
Penanganan diwajibkan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi tanpa mendatangkan bahan dari luar.
Di Korong Gadang, material pascabanjir yang paling banyak ditemukan adalah pasir. Karena itu, bronjong pasir digunakan sebagai metode proteksi lereng tercepat dan dianggap paling efektif untuk kondisi darurat.
“Pemilihan bronjong pasir didasarkan pada pertimbangan teknis dan pemanfaatan material setempat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Nindya Karya berharap masyarakat memahami bahwa pekerjaan tersebut merupakan langkah tanggap darurat untuk menahan risiko kerusakan lebih besar, bukan pekerjaan permanen.(*)
Editor : Heri Sugiarto