PADEK.JAWAPOS.COM–Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kota Padang mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dengan memasang label khusus pada ternak yang dinyatakan sehat dan layak disembelih.
Pemeriksaan dilakukan di sejumlah penampungan hewan kurban di Kota Padang, termasuk di kandang milik pedagang sapi di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kamis (7/5/2026).
Kepala UPT Puskeswan Kota Padang, Yasir Irawan mengatakan hewan yang lolos pemeriksaan diberikan penning atau label telinga berwarna putih sebagai tanda resmi layak kurban dari Pemerintah Kota Padang.
“Ini adalah penjaminan dari Pemko untuk shohibul kurban bahwasanya hewan tersebut sehat dan layak,” ujar drh. Yasir Irawan.
Baca Juga: Jalur Bukittinggi–Padang Dialihkan akibat Pengecoran Jalan di Simpang MTsN Padangpanjang
Pada pemeriksaan di lokasi tersebut, Tim Keswan memeriksa 69 ekor sapi yang ditampung pedagang sebelum diberikan label kesehatan.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk memastikan hewan memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan kurban.
Menurut Yasir, selama tiga hari terakhir lebih dari 60 persen hewan yang diperiksa telah dinyatakan sehat dan diberi label resmi.
Sementara hewan yang belum mendapatkan label umumnya terkendala usia yang belum memenuhi syarat musinnah atau ditemukan cacat fisik tertentu.
“Pengecekan kesehatan telah kami mulai sejak 4 Mei 2026 dan akan terus berlangsung hingga H-2 Iduladha 1447 H,” katanya.
Baca Juga: BKPSDM Padang Kini Pantau Kehadiran ASN Secara Real-Time lewat Akses Super Admin SSO
Dinas Pertanian Kota Padang mengerahkan tiga tim pemeriksa untuk menyisir seluruh titik penampungan hewan kurban secara bergantian di berbagai kecamatan.
Yasir juga mengimbau pedagang dan peternak aktif melaporkan kondisi hewan ternaknya agar segera diperiksa dan divalidasi oleh petugas medis.
“Kami berkomitmen memastikan sapi yang ada di penampungan Kota Padang benar-benar sehat dan layak sebagai hewan kurban,” tegasnya.
Sementara itu, pedagang sapi di Tabing Banda Gadang, Fendi mengaku pemeriksaan kesehatan dari Dinas Pertanian sangat membantu pemasaran hewan kurban di tengah penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Pemko Padang Kembali Gunakan Barcode untuk Pembagian Daging Kurban ASN 2026
Menurutnya, label kesehatan dari pemerintah memberi rasa aman kepada calon pembeli sekaligus menjadi bukti bahwa hewan yang dijual bebas dari penyakit.
“Pemeriksaan ini sangat memuaskan bagi kami para peternak. Ini menjadi bukti nyata bahwa hewan yang kami sediakan benar-benar layak secara kesehatan dan memenuhi syarat untuk ibadah kurban,” ujarnya.
Ia mengaku tetap optimistis menjual 69 ekor sapi yang didatangkan dari Siantar, Medan, meski minat beli masyarakat tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berlangsung aman, sehat, dan sesuai syariat.(*)
Editor : Hendra Efison