Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang: Dari Vakum 8 Tahun ke Momentum Baru Pecinta Alam

Tandri Eka Putra • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:03 WIB
Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang: Dari Vakum 8 Tahun ke Momentum Baru Pecinta Alam
Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang: Dari Vakum 8 Tahun ke Momentum Baru Pecinta Alam

PADEK.JAWAPOS.COM- Setelah delapan tahun vakum, Sispala Pelangi SMA 3 Padang bangkit kembali. Organisasi pecinta alam siswa ini kini tidak hanya hidup lagi, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan ekstrakurikuler bisa dihidupkan dengan dukungan lintas pihak.

Kebangkitan ini bukan datang begitu saja. Alumni yang peduli, dukungan kepala sekolah, dan kolaborasi dengan MAPALA Universitas Andalas (UNAND) menjadi pendorong utama. Lewat program “MAPALA UNAND Road to School” bertema “Cinta Alam, Siaga Bencana, Selamat Bersama,” Sispala Pelangi SMA 3 Padang mendapat pendampingan instruktur terlatih yang membawa ilmu kepecintaalaman, pertolongan pertama, dan mitigasi bencana.

Kegiatan dilaksanakan pada akhir pekan Sabtu-Minggu, sehingga tidak mengganggu jadwal sekolah. Formatnya interaktif, dengan simulasi gempa, latihan P3K, tali-temali, hingga pembekalan pengelolaan organisasi Sispala. Hasilnya? Siswa tidak hanya dapat sertifikat, tetapi juga modul saku dan keterampilan dasar yang langsung bisa diterapkan.

Baca Juga: Mengulik Krisis Retorika di Ruang Kelas Indonesia

Dari Vakum Panjang Menuju Aksi Nyata

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Selama periode itu, Sispala Pelangi SMA 3 Padang seolah tenggelam di tengah perubahan dinamika sekolah. Namun, keinginan alumni untuk menghidupkan kembali organisasi ini bertemu dengan visi kepala sekolah yang melihat Sispala sebagai wadah pembentukan karakter siswa.

“Kami melihat Sispala Pelangi sebagai aset berharga yang hilang selama delapan tahun. Kini dengan dukungan alumni dan MAPALA UNAND, kami yakin organisasi ini akan menjadi motor pembinaan siswa yang kuat,” ujar salah seorang Guru SMA 3 Padang yang ikut mendampingi.
“Sebagai alumni, melihat Sispala bangkit lagi terasa seperti pulang ke rumah. Kami ingin adik-adik kami merasakan apa yang dulu kami dapatkan: disiplin, kebersamaan, dan cinta alam,” tambah Deni Prima Kurnia Senior Alumni Sispala Pelangi yang juga menjadi penggerak awal program ini.

Kolaborasi yang Memberi Dampak

Program Road to School bukan sekadar acara seremonial. MAPALA UNAND membawa instruktur terlatih yang telah berpengalaman di lapangan. Mereka memandu siswa memahami potensi bencana Sumatera Barat – gempa, longsor, banjir – melalui simulasi realistis. Latihan basic rescue dan pengenalan alat dasar seperti kompas, navigasi darat, tali temali, dan flysheet dll, membuat materi terasa dekat dan praktis.

Baca Juga: Presiden Prabowo di KTT ASEAN: Pangan adalah Fondasi Kedaulatan Negara

“Kami tidak hanya mengajar teori. Melalui simulasi dan praktik langsung, siswa belajar bahwa kesiapsiagaan bencana adalah keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap orang, terutama di Sumatera Barat,” jelas Instruktur MAPALA UNAND yang memimpin sesi mitigasi bencana.
“Sesi tali-temali dan P3K sangat seru! Saya baru tahu cara membalut luka dengan benar. Ini ilmu yang bermanfaat banget, apalagi kalau suatu saat ada kejadian darurat,” cerita seorang peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Sispala.

“Sesi tentang pengelolaan Sispala sangat membuka mata kami. Ternyata organisasi bisa dibangun dengan struktur sederhana tapi efektif. Sekarang kami sudah punya rencana proker pertama,” tambah Pengurus Baru Sispala SMA 3 Padang yang baru bangkit.

Kegiatan juga diakhiri dengan pembagian modul saku berisi materi lengkap dan contoh AD/ART Sispala.

Baca Juga: 8 Daerah Dipastikan Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026, Digelar 2-14 Oktober

Contoh untuk Sekolah Lain

Keberhasilan Sispala Pelangi menjadi panggilan bagi sekolah lain di Sumatera Barat. Program ini gratis, bersertifikat, dan dirancang agar mudah diadopsi. Orang tua dan stakeholder pendidikan melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang tangguh dan peduli lingkungan.

“Orang tua sangat mendukung. Mereka senang melihat anak-anaknya aktif di kegiatan positif yang mendidik, bukan hanya bermain gadget sepanjang hari,” ungkap panitia kegiatan dari Alumni Sispala Pelangi Smantri Padang.

Di era di mana aktivitas fisik dan kebersamaan semakin langka, kebangkitan Sispala Pelangi mengingatkan bahwa ekstrakurikuler positif seperti ini tetap relevan. Himbauan untuk mengurangi ketergantungan gadget justru terwujud melalui pengalaman nyata di lapangan.

Baca Juga: Update Kecelakaan Beruntun di Padangbesi: 4 Korban Jiwa Berasal dari Solok, Berikut Data Lengkapnya

Langkah Berikutnya

Setelah kegiatan, MAPALA UNAND merencanakan tindak lanjut: komunikasi rutin via WhatsApp Group, pendampingan program kerja Sispala pertama, hingga undangan latihan gabungan di kampus. Dengan demikian, semangat Sispala Pelangi tidak berhenti pada satu momen, tetapi berkelanjutan.

“Ini baru permulaan. Kami siap dampingi sekolah-sekolah lain yang ingin membangun atau mengaktifkan kembali Sispala mereka,” tutup Ketua Pelaksana Program Road to School dari MAPALA UNAND.

Kebangkitan Sispala Pelangi SMA 3 Padang membuktikan bahwa dengan komitmen bersama, organisasi siswa bisa kembali menjadi motor penggerak pendidikan karakter. Bagi sekolah lain, ini adalah blueprint yang siap ditiru.

 

Editor : Tandri Eka Putra
#sispala #Mapala Unand #SMA 3 Padang #edukasi #Cinta Alam dan P5