Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Disdag Padang Catat Lonjakan Daya Beli Masyarakat di Pasar Raya Fase VII Jelang Tahun Ajaran Baru

Heri Sugiarto • Senin, 15 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengatakan terjadi lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan sekolah di Pasar Raya Fase VII.(Foto: Dok. Diskominfo)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengatakan terjadi lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan sekolah di Pasar Raya Fase VII.(Foto: Dok. Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang tahun ajaran baru, kawasan Pasar Raya Padang Fase VII mencatat peningkatan aktivitas perdagangan. Masyarakat mulai mencari kebutuhan sekolah seperti sepatu, tas, hingga alat tulis.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengatakan lonjakan kunjungan masyarakat yang ingin memenuhi berbagai kebutuhan sekolah saat ini menjadi momentum penting bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan. Apalagi Pasar Raya Fase VII memiliki kelengkapan produk yang dibutuhkan masyarakat. 

“Sama-sama kita ketahui bukan hanya sekedar pakaian, mukena atau alat tulis saja, tapi semua perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” kata Fizlan Setiawan, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan sekolah saat ini menjadi salah satu penggerak utama peningkatan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Raya Fase VII.

Untuk menjaga daya beli masyarakat tetap bergerak di Pasar Raya, kata Fizlan, Dinas Perdagangan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan layanan transportasi daring.

“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari untuk mendorong terus bergairahnya sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Selain penguatan kolaborasi, Pemerintah Kota Padang menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi saat aktivitas pasar meningkat.

"Untuk itu, operasi pasar akan dilakukan secara berkala demi menjaga ketersediaan komoditas penting seperti minyak goreng, beras, dan cabai," tambahnya.

Di sisi lain, Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana umum melalui program revitalisasi Pasar Raya. Program tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#tahun ajaran baru 2026 #Revitalisasi Pasar Raya Padang #bank nagari #daya beli masyarakat #Pasar Raya Padang Fase VII