Penjual Buah Ditemukan Meninggal di Toilet Masjid Nurul Yaqin Kototangah, Keluarga Tolak Visum

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:38 WIB
Petugas Polresta Padang melakukan penanganan di lokasi penemuan jenazah seorang penjual buah di toilet Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Kamis (23/7/2026).
Petugas Polresta Padang melakukan penanganan di lokasi penemuan jenazah seorang penjual buah di toilet Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Kamis (23/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Seorang penjual buah berusia 58 tahun ditemukan meninggal dunia di toilet Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Kamis dini hari (23/7/2026). Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

Korban diketahui bernama Bastianto, yang akrab disapa Anto. Pria tersebut merupakan warga Sekuliek, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Kototangah, Kota Padang.

Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Wadhi Nofianto, mengatakan laporan mengenai penemuan korban diterima sekitar pukul 00.23 WIB. Polisi kemudian mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Peristiwa itu bermula saat seorang saksi bernama Zaipuldi (45), warga Surau Gadang Ikua Koto, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, merasa curiga melihat sepasang sandal masih berada di area parkir Masjid Nurul Yaqin pada tengah malam.

Kecurigaan tersebut mendorong saksi memeriksa lingkungan masjid hingga menuju fasilitas toilet. Saat itu, pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Ketika mengecek ke toilet masjid, saksi mendapati pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena tidak ada jawaban dari dalam, saksi kemudian mencari bangku untuk melihat kondisi di balik pintu," ujar Ipda Wadhi Nofianto.

Dengan menggunakan bangku sebagai pijakan, saksi mengintip melalui bagian atas dinding toilet dan melihat seorang pria terbaring di lantai tanpa memberikan respons. Saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

Polisi Lakukan Penanganan Sesuai Prosedur

Laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polresta Padang. Personel yang diterjunkan terdiri dari petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Satreskrim, Satlantas, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Identifikasi Polresta Padang.

Penanganan di tempat kejadian perkara dipimpin Perwira Pengawas Pamapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika.

Saat petugas tiba di lokasi, jasad korban telah dievakuasi oleh pihak keluarga. Meski demikian, polisi tetap melaksanakan prosedur penanganan tempat kejadian perkara, termasuk melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan saksi.

Selain Zaipuldi, penyidik juga meminta keterangan Restunaldi (49), warga Simpang Tabing, RT 001 RW 004, Kelurahan Bungo Pasang, yang berada di lokasi saat kejadian.

Keluarga Terima sebagai Musibah

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, peristiwa tersebut diterima sebagai musibah. Keluarga juga mengajukan permohonan tertulis agar tidak dilakukan pemeriksaan medis lanjutan.

Permohonan tersebut mencakup penolakan terhadap visum luar, visum dalam, maupun autopsi, dan telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani pihak keluarga.

Polresta Padang memastikan seluruh penanganan kasus telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur penanganan tempat kejadian perkara.

Hingga proses kepolisian selesai, tidak terdapat keberatan dari pihak mana pun. Keterangan mengenai penyebab medis kematian korban juga tidak dipublikasikan sesuai keputusan keluarga.(*)

Editor : Hendra Efison
penjual buah meninggal Masjid Nurul Yaqin Padang Koto Tangah Padang polresta padang penemuan jenazah Padang