Warga Sebut Kawasan Batang Guo Sudah Masuk Zona Merah

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 23:10 WIB
Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, menyampaikan kondisi kawasan yang terdampak luapan Sungai Batang Guo, Rabu (5/8/2026).
Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, menyampaikan kondisi kawasan yang terdampak luapan Sungai Batang Guo, Rabu (5/8/2026).

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM — Warga Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menyebut kawasan mereka sudah masuk zona merah karena rawan terdampak luapan Sungai Batang Guo. Setiap hujan deras terjadi, warga diminta segera mengungsi demi keselamatan.

Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Ardi Nansyah Putra Antoni, mengatakan kondisi tersebut membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun di kawasan hulu.

Menurut Ardi, hujan sekitar 30 menit di hulu sudah dapat membuat air meluap ke permukiman warga. Karena itu, warga diminta segera mengungsi ketika hujan deras terjadi.

Banjir kembali menerjang kawasan tersebut pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Ardi menyebut sedikitnya 17 warga sempat terjebak akibat derasnya arus Sungai Batang Guo yang meluap.

Seluruh warga yang terjebak berhasil dievakuasi oleh tim SAR. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.

Ardi mengatakan banjir yang terjadi pada Senin merupakan kejadian ketiga yang melanda wilayah mereka. Ia menyebut tanggul yang jebol kali ini mengalami kondisi yang cukup parah.

Tanggul Batang Guo Mulai Diperbaiki

Setelah banjir, tiga unit alat berat dikerahkan untuk menangani tanggul Sungai Batang Guo yang jebol. Alat berat tersebut bekerja membersihkan material yang menumpuk dan menutup kembali tanggul yang rusak.

Ardi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang dalam menangani kondisi pascabanjir. Menurut dia, pengerahan alat berat menunjukkan respons cepat pemerintah terhadap kondisi yang dihadapi warga.

Ia mengatakan akses jalan yang sebelumnya terputus akibat luapan sungai kini mulai dapat dilalui kendaraan setelah proses penanganan dilakukan.

Warga lainnya, Neli, 48 tahun, mengaku lega melihat alat berat mulai memperbaiki tanggul yang jebol. Ia mengatakan banjir pada Senin membuat warga khawatir terhadap keselamatan anak-anak dan keluarga.

Menurut Neli, alat berat telah menutup kembali bagian bibir sungai yang terdampak dan akses jalan mulai kembali dapat dilalui.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Kuranji. Ia menginstruksikan agar alat berat segera diterjunkan untuk mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo dan memperbaiki tanggul yang jebol.

Penanganan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat sekaligus mengurangi risiko banjir susulan.

Hingga Rabu (5/8/2026), tiga alat berat masih bekerja di lokasi tanggul Sungai Batang Guo. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan instansi terkait dalam proses normalisasi sungai.(*)

Editor : Hendra Efison
Batang Guo zona merah Kuranji tanggul Sungai Batang Guo Banjir Kuranji Banjir Kota Padang