PADEK.JAWAPOS.COM— Kebutuhan darah di Kota Padang mencapai sekitar 200 kantong setiap hari, sementara persediaan yang tersedia masih sering belum mencukupi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kondisi tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP), Bobby Suharlah, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang.
Kebutuhan itu digunakan untuk pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, serta pasien dengan penyakit tertentu.
Menurut Bobby, tingginya kebutuhan darah belum selalu sebanding dengan jumlah darah yang berhasil dihimpun.
Dalam kondisi tertentu, PMI masih menghadapi keterbatasan persediaan, terutama untuk golongan darah tertentu yang permintaannya meningkat.
“Kami sempat berbincang dengan PMI Kota Padang. Dalam sehari, kebutuhan darah mencapai sekitar 200 kantong, sedangkan jumlah yang tersedia masih sering kurang. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kami dapat membantu meringankan beban PMI dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat,” ujar Bobby.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan donor darah yang digelar SPSP di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan bertema “Merdeka Vibes? Donor Aja!” itu diikuti karyawan PT Semen Padang, Anak Perusahaan dan Lembaga Penunjang (APLP), serta keluarga karyawan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menambah persediaan darah PMI Kota Padang.
Hingga kegiatan berakhir, donor darah yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-357 Kota Padang itu berhasil menghimpun 326 kantong darah.
Bobby mengatakan keterbatasan persediaan darah dapat berdampak serius terhadap penanganan pasien yang membutuhkan transfusi.
Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari PMI, pernah terdapat pasien yang tidak dapat diselamatkan karena golongan darah yang dibutuhkan tidak tersedia saat itu.
“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kantong darah memiliki arti sangat penting. Darah yang didonorkan bukan sekadar angka dalam persediaan PMI, tetapi dapat menjadi harapan bagi pasien dan keluarganya dalam menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. Latif mengatakan kesediaan masyarakat menjadi pendonor merupakan faktor utama dalam menjaga kesinambungan persediaan darah.
Sebab, darah dibutuhkan setiap hari oleh rumah sakit dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi tidak dapat diproduksi secara buatan.
“Saat ini, Unit Donor Darah PMI Kota Padang masih sangat membutuhkan tambahan stok darah. Kegiatan yang digelar PT Semen Padang melalui SPSP ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien,” kata Zulhardi.
Menurut Zulhardi, kegiatan donor darah yang dilakukan perusahaan, instansi, organisasi, dan komunitas berperan dalam menjaga persediaan.
Pelaksanaan secara berkala juga membantu PMI mengantisipasi kekurangan stok pada waktu tertentu.
“Untuk itu, kami berharap kolaborasi antara PMI Kota Padang dan PT Semen Padang dapat terus dilanjutkan. Selain dapat membantu menambah persediaan darah, kegiatan sosial donor darah ini dinilai sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjadi pendonor sukarela,” ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison