PADEK.JAWAPOS.COM–Upaya melarikan diri yang dilakukan tiga anak di bawah umur usai membobol puluhan toko di pusat perbelanjaan Plaza Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat, berakhir sial.
Pelaku yang panik akibat diburu aparat kepolisian justru bersembunyi di dalam Markas Komando (Mako) TNI Angkatan Laut Lantamal II Padang.
Ketiga anak yang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) tersebut adalah AD (10), HR (14), dan AG (13).
Baca Juga: Rem Bermasalah di Jalan Turunan, Truk Tabrak 3 Motor dan 2 Pagar di Solok
Tanpa menyadari kawasan vital yang mereka masuki, ketiganya langsung dicegat dan diamankan oleh prajurit TNI AL yang sedang bertugas jaga, sebelum akhirnya diserahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang.
Aksi kejahatan ini bermula pada Jumat (21/8/2026), ketika ketiganya membobol puluhan gerai usaha di Plaza Andalas saat operasional mal telah tutup.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan tindakan mereka kemudian menyebar luas dan viral di media sosial, memicu penyelidikan oleh kepolisian.
Baca Juga: Damkar Agam Tiba 3 Menit Setelah Laporan, Rumah Dua KK Tetap Terbakar
Kasubnit Opsnal Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, membenarkan penangkapan ketiga ABH tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari hasil penggeledahan dan pengembangan kasus, petugas menyita sejumlah barang bukti senilai puluhan juta rupiah.
"Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa enam unit ponsel pintar baru, uang tunai sebesar Rp16 juta, serta satu unit sepeda motor yang baru saja dibeli dari uang hasil kejahatan," ujar Ipda Ryan Fermana, Selasa (25/8/2026).
Proses interogasi mengungkap fakta mengejutkan mengenai rekam jejak dan modus operandi para pelaku. Kepada tim penyidik, ketiga anak tersebut mengaku mempelajari teknik membobol pintu toko dari permainan gim daring Roblox.
Baca Juga: Joao Pedro, Palmer dan Rogers Bawa Chelsea Menang 3-2 vs Fulham, Era Xabi Alonso Dimulai Gemilang
Uang hasil kejahatan tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli unit sepeda motor dan barang elektronik. Para pelaku menggunakannya untuk berfoya-foya serta menyewa komputer di warung internet (warnet) demi bermain gim favorit mereka.
Berdasarkan catatan kepolisian, aksi nekat di Plaza Andalas bukan kali pertama ketiganya berurusan dengan hukum. Rekam jejak mereka mencatat setidaknya sudah tiga kali ketiga bocah ini tertangkap tangan oleh warga saat mencuri kotak amal di beberapa masjid.
Saat ini, ketiga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diserahkan dan diamankan di Mapolresta Padang.
Baca Juga: UNP Wisuda 1.395 Lulusan pada Wisuda ke-144 Agustus 2026
Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengurai seluruh rangkaian tindakan kejahatan, memetakan peran masing-masing anak, serta melacak sisa barang bukti yang belum ditemukan.
Mengingat usia seluruh pelaku yang masih di bawah umur, Polresta Padang memastikan bahwa seluruh proses penanganan perkara akan dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). (cc1)
Editor : Adetio Purtama