
PADEK.JAWAPOS.COM--Program talkshow KABAPADEK Sore menghadirkan Redaktur Pelaksana Padang Ekspres, Ganda Cipta, sebagai narasumber pada Rabu (8/4). Diskusi yang dipandu Febi Tri Lianti tersebut mengusung tema "Bijak dalam Bermedia Sosial".
Dalam perbincangan itu, Ganda menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu benar.
Ia juga menanggapi kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang saat ini tengah digaungkan pemerintah.
Menurutnya, media sosial merupakan alat penyampaian informasi yang sangat bergantung pada cara pengguna memanfaatkannya. Oleh sebab itu, setiap individu dituntut untuk melakukan verifikasi atau crosscheck sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.
Baca Juga: Sumbar Genjot Pajak Air Permukaan Sektor Sawit, Potensi Capai Rp1 Triliun
"Ketika kita menerima informasi dari media sosial, jangan langsung dipercaya. Harus ada pengecekan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan dampak negatif," ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat sebagai konsumen informasi cenderung responsif terhadap berbagai konten yang beredar. Namun, apabila informasi yang belum jelas kebenarannya langsung dikonsumsi tanpa verifikasi, hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak merugikan.
Ganda mencontohkan kasus viral terkait foto dua pria yang hanya duduk bersama, tetapi diberi keterangan menyimpang hingga disebut sebagai pasangan LGBT. Informasi tersebut kemudian dikonsumsi mentah-mentah oleh publik dan memicu berbagai komentar yang tidak pantas.
"Ini yang berbahaya. Informasi yang belum jelas kebenarannya langsung disebarkan dan dikomentari. Akibatnya bisa memicu fitnah dan merugikan pihak yang bersangkutan," tegasnya.
Ia menambahkan, respons negatif dari netizen tidak hanya berdampak pada citra seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis, terutama jika objeknya adalah anak-anak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan berdampak pada kehilangan pekerjaan apabila informasi tersebut tidak benar.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dengan memastikan kebenaran informasi sebelum memberikan respons atau membagikannya kembali. "Inilah yang disebut bijak dalam bermedia sosial, yakni mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya," katanya.
Lebih lanjut, Ganda menegaskan bahwa pengawasan penggunaan media sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. "Pengawasan tidak hanya dari orang tua, tetapi juga masyarakat. Semua punya peran agar penggunaan media sosial tetap sehat dan tidak menyimpang," ujarnya.
Di sisi lain, ia menilai media sosial tidak selalu berdampak negatif. Platform digital justru membuka ruang kreatif dan peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk menjadi sumber penghasilan bagi konten kreator.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




