Tak Punya Rp30 Juta, Calon PMI Koto Lua Tetap Bisa Berangkat ke Jepang

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Yoga Pratama bersama orang tua dan tokoh masyarakat saat acara pelepasan keberangkatannya menuju Jepang di Kantor FPM Koto Lua, Senin (24/8/2026).
Yoga Pratama bersama orang tua dan tokoh masyarakat saat acara pelepasan keberangkatannya menuju Jepang di Kantor FPM Koto Lua, Senin (24/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Keterbatasan biaya keberangkatan tidak menjadi penghalang bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk bekerja di Jepang. Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua menggandeng investor untuk menyediakan dana talangan bagi peserta yang membutuhkan biaya keberangkatan.

Ketua FPM Koto Lua Nofial mengatakan, kebutuhan biaya untuk keberangkatan seorang calon pekerja ke Jepang mencapai sekitar Rp30 juta.

Skema dana talangan disiapkan agar peserta dari keluarga kurang mampu tidak harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal.

“Sejak awal kami telah berkomitmen dengan investor. Jadi, Yoga maupun calon PMI lainnya tidak perlu khawatir mengenai biaya keberangkatan. Investor siap menanggung biaya tersebut,” kata Nofial.

Dana yang dikeluarkan investor bukan bantuan tanpa pengembalian. Peserta akan mengembalikan dana tersebut setelah mulai bekerja di Jepang.

Menurut Nofial, dengan tingkat penghasilan yang diperoleh di Jepang, pengembalian dana talangan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.

Skema tersebut dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghilangkan kesempatan anak-anak muda memperoleh pekerjaan di luar negeri.

“Skema ini dirancang agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pekerjaan. Mereka tetap bisa berangkat tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar di awal,” ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang diselenggarakan FPM Koto Lua bersama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Pelatihan itu telah berjalan sejak 2025 dengan dukungan PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.

Dari delapan peserta yang mengikuti pelatihan, empat orang telah mendapatkan kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga Pratama yang mendapatkan kepastian keberangkatan.

Tiga peserta lainnya masih menunggu Certificate of Eligibility (COE), sedangkan dua peserta masih menjalani proses menuju wawancara akhir.

Sementara itu, dua peserta lainnya memutuskan tidak melanjutkan seleksi karena telah mendapatkan pekerjaan di Kota Padang.

“Sebenarnya, dari delapan peserta, empat orang telah memperoleh kontrak kerja di Jepang. Namun, baru Yoga yang diberangkatkan. Tiga peserta lainnya masih menunggu COE,” jelas Nofial.

Bagi FPM Koto Lua, skema tersebut membuka peluang agar anak muda dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap dapat mengikuti proses menuju pekerjaan di Jepang.

Peserta tidak harus menyediakan seluruh biaya keberangkatan sebelum memperoleh penghasilan.

Keberangkatan Yoga Pratama pada Rabu (26/8/2026) menjadi hasil pertama dari program tersebut. Ia dijadwalkan bekerja di sektor pertanian di Numamoto Shinichi, Kota Tsuchiura, Prefektur Ibaraki.(*)

Editor : Hendra Efison
PMI Jepang FPM Koto Lua PMI Koto Lua dana talangan PMI Kerja ke Jepang