Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Sedang, Kelompok Rentan Diminta Batasi Aktivitas

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:30 WIB
Pemandangan langit Kota Padang terlihat berkabut saat kualitas udara berada pada kategori sedang, Rabu (2/9/2026). (Randi/Padek)
Pemandangan langit Kota Padang terlihat berkabut saat kualitas udara berada pada kategori sedang, Rabu (2/9/2026). (Randi/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM— Kualitas udara Kota Padang berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5), Rabu (2/9/2026). Konsentrasi partikulat diprakirakan berada pada rentang 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Pemantau Atmosfer Global (Global Atmosphere Watch/GAW) Bukit Kototabang, Andi Sulistyono, mengatakan kondisi tersebut belum masuk kategori tidak sehat.

“Berdasarkan hasil prakiraan dari sumber data yang kami gunakan, belum dalam kategori tidak sehat namun kategori sedang,” ujar Andi kepada Padek, Rabu (2/9/2026).

Kondisi atmosfer di Sumatera Barat turut dipengaruhi kemunculan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Hotspot terdeteksi antara lain di Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sementara di Sumatera Barat, data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat tiga titik panas lokal. Dua titik berada di Kabupaten Sijunjung dan satu titik lainnya terdeteksi di Kabupaten Pesisir Selatan.

Andi menjelaskan, pergerakan angin yang mengarah ke Sumatera Barat saat ini didominasi dari arah tenggara. Perubahan kualitas udara ke kategori yang lebih buruk, seperti Tidak Sehat atau Berbahaya, bergantung pada fluktuasi jumlah hotspot, pola pergerakan angin penyebar asap, serta intensitas curah hujan.

Perbedaan Data GAW dan IQAir

Stasiun GAW Bukit Kototabang juga mengklarifikasi perbedaan informasi kualitas udara yang beredar di media sosial dengan data yang dirilis pihaknya.

Informasi yang beredar tersebut bersumber dari situs pemantau indeks kualitas udara IQAir. Perbedaan angka terjadi karena IQAir menggunakan enam parameter sekaligus, yakni PM2.5, PM10, Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO₂), Nitrogen Dioksida (NO₂), dan Ozon (O₃).

“Sedangkan informasi kualitas udara yang kami rilis, mengacu pada PERBAN BMKG No 8 Tahun 2022 yaitu berdasarkan parameter PM2.5 saja,” kata Andi.

Menurut Andi, konsentrasi PM2.5 sebesar 43 mikrogram/m³ yang dihasilkan IQAir pada waktu tersebut masih berada dalam kategori Sedang berdasarkan PERBAN tersebut.

Kelompok Rentan Diminta Batasi Aktivitas

Dengan kondisi kualitas udara saat ini, masyarakat umum masih diperbolehkan beraktivitas di luar ruangan seperti biasa dengan tetap menggunakan masker jika diperlukan.

Namun, Stasiun GAW Bukit Kototabang menganjurkan kelompok rentan, yakni anak-anak, lansia, serta penderita ISPA atau gangguan pernapasan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.(*)

Editor : Hendra Efison
kualitas udara Padang PM2.5 Padang kualitas udara Sumatera Barat hotspot Sumatera Barat GAW Bukit Kototabang