15 SD di Padang Direvitalisasi Pascabencana, Pemko Masih Butuh Normalisasi Sungai

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:42 WIB
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Kota Padang, Jumat (4/9/2026). (Foto: Diskominfo)
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Kota Padang, Jumat (4/9/2026). (Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM- — Sebanyak 15 sekolah dasar (SD) di Kota Padang mendapat bantuan revitalisasi pascabencana hidrometeorologi dari pemerintah pusat dengan total anggaran Rp7,74 miliar.

Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Kota Padang, Jumat (4/9/2026).

Rombongan Komisi X yang dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro sebelumnya meninjau SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, dan SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.

Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari satuan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi November 2025.

Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, pengerjaan revitalisasi 15 SD tersebut telah dimulai sejak April 2026.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan dukungan pemerintah pusat masih diperlukan untuk mempercepat penanganan sekolah, terutama yang berada di kawasan rawan banjir.

“Sekolah-sekolah yang berada di pinggir sungai membutuhkan dukungan untuk normalisasi dan penguatan infrastruktur. Kami juga berharap Komisi X mendorong sekolah di Kota Padang menjadi prioritas revitalisasi pada 2026 maupun diusulkan untuk 2027,” ujar Maigus.

Mitigasi Bencana di Sekolah Diperkuat

Maigus menekankan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan mitigasi bencana.

Saat ini, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) telah diterapkan di 130 sekolah di Kota Padang. Pendidikan kebencanaan juga terus didorong menjadi bagian dari pembelajaran.

“Kita tidak hanya melakukan ikhtiar secara fisik, tetapi juga menyiapkan generasi melalui pendidikan mitigasi bencana. Sekolah dan rumah ibadah harus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Menurut Maigus, penguatan sektor pendidikan juga dilakukan melalui sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Padang, di antaranya Padang Juara dan Smart Surau.

Program Padang Juara ditujukan untuk mendukung pendidikan keluarga kurang mampu, termasuk kebutuhan sekolah dan beasiswa perguruan tinggi. Sementara Smart Surau diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis rumah ibadah yang terintegrasi dengan kegiatan masyarakat.

Komisi X Bawa Aspirasi Padang ke Pemerintah Pusat

Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan pihaknya akan membawa masukan Pemerintah Kota Padang dan pemangku kepentingan pendidikan sebagai bahan pengawasan sekaligus rekomendasi kepada pemerintah pusat.

“Kita siap mendorong pemulihan sektor pendidikan dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pemerataan akses belajar serta mitigasi risiko bencana dalam pembangunan kembali sarana pendidikan,” ujar Agung.

Ia menilai rehabilitasi sekolah pascabencana tidak cukup hanya mengembalikan kondisi bangunan seperti semula. Pembangunan kembali harus memastikan sarana pendidikan lebih aman dan tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

“Aspirasi ini akan menjadi bahan kami di Komisi X dalam menjalankan fungsi pengawasan dan merumuskan rekomendasi kepada pemerintah pusat guna memperlancar pemulihan pendidikan pascabencana. Infrastruktur sekolah yang dibangun kembali harus lebih tangguh dan aman terhadap potensi bencana di masa mendatang,” katanya.

Selain sektor pendidikan, Maigus juga menyampaikan pengembangan pariwisata Kota Padang melalui program Jelajah Padang, termasuk revitalisasi kawasan Kota Tua, pasar, dan Pantai Padang.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Padang sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata sekaligus meningkatkan daya tarik sebagai pintu gerbang destinasi wisata Sumatera Barat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Agung Widyantoro Maigus Nasir komisi x dpr ri mitigasi bencana revitalisasi sekolah