Kualitas Udara Padang Kembali Membaik dari Kabut Asap Pascahujan

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:53 WIB
Pemandangan udara Kota Padang yang kembali cerah, Minggu (20/9/2026). (Randi/Padek)
Pemandangan udara Kota Padang yang kembali cerah, Minggu (20/9/2026). (Randi/Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kondisi kualitas udara Padang hari ini, Minggu (20/9), membaik dari kabut asap setelah guyuran hujan membasahi wilayah Kota Padang pada hari kemarin, Sabtu (19/9/2026).

Penurunan tingkat polusi ini membuat warga setempat lega karena dampaknya langsung terasa pada kebersihan udara kota.

Sistem pemantauan kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mencatat tingkat kebersihan udara di Ibu Kota Sumatera Barat tersebut kini telah masuk dalam kategori aman.

Dengan kondisi ini, masyarakat masih dapat beraktivitas di luar rumah mengingat tingkat kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia.

Berdasarkan pemantauan langsung pada laman resmi ispu.kemenlh.go.id per Minggu (20/9/2026) pukul 11.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Pemantau Padang Pasir tercatat berada di angka 57.

Penurunan drastis nilai indeks tersebut secara otomatis mendorong tingkat kualitas udara Kota Padang masuk ke dalam status Kategori Sedang.

Pada status ini, partikel halus berukuran amat kecil atau PM2,5 tercatat sebagai partikel udara yang paling mendominasi.

Kondisi terkini ini berbanding terbalik dibandingkan situasi beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kualitas udara di Kota Padang sempat bertahan pada kategori tidak sehat.

Bahkan, konsentrasi polutan udara sempat melonjak drastis hingga berada pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya bagi manusia.

Hujan Bantu Turunkan Konsentrasi PM2,5

Perubahan kondisi udara ini dipicu oleh cuaca lokal, khususnya tingginya curah hujan. Kerapatan partikel polutan di udara pun berangsur menyusut seiring turunnya hujan deras.

Penurunan tingkat polutan ini dikonfirmasi oleh Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Andi Sulistyono.

"Untuk penurunan PM2,5 atau partikel halus memang bisa dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah curah hujan," kata Andi Sulistyono kepada Padek, Minggu (20/9/2026).

Meskipun saat ini udara di Padang tergolong berada dalam Kategori Sedang dan warga masih dapat beraktivitas di luar, masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan tren parameter ISPU secara berkala guna mengantisipasi perubahan cuaca dan kualitas udara selanjutnya. (*)

Editor : Hendra Efison
kabut asap Padang kualitas udara Padang ISPU Padang hujan Kota Padang