Kopi Bantjah di Lahan 29 Hektare, Produksi Green Bean Kelompok Petani Sekitar 200 Kilogram

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 13:01 WIB
Produk Kopi Bantjah.
Produk Kopi Bantjah.

PADEK.JAWAPOS.COM– Kelompok petani Kopi Bantjah di Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mencatat produksi sekitar 1 ton buah kopi merah per tahun. Dari jumlah tersebut, kelompok petani menghasilkan sekitar 200 kilogram green bean atau biji kopi hijau.

Ketua kelompok petani, Yulisman, mengatakan sebanyak 36 petani terdaftar dalam kelompok tersebut, dengan sekitar 31 orang masih aktif.

Kelompok ini mendapat pendampingan dari PT Semen Padang sejak 2023 untuk mengembangkan potensi kopi lokal.

Lahan kopi yang tercatat dalam pendataan bersama PT Semen Padang dan tenaga ahli dari Solok Radjo mencapai sekitar 29 hektare.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pengembangan Kopi Bantjah di kawasan Koto Baru.

Diversifikasi Produk untuk Menambah Nilai Kopi

Pengembangan Kopi Bantjah kini tidak hanya berfokus pada penjualan biji kopi.

Warga mulai mengolah kopi menjadi sejumlah produk turunan, seperti cookies, minuman kopi, lilin aromaterapi berbahan kopi, teh cascara dari kulit kopi yang dikeringkan, selai kopi, serta dua jenis kue.

Produk-produk tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan.

Warga memasarkannya secara terbatas di sekitar Kota Padang, termasuk melalui kegiatan bazar.

Diversifikasi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kopi menjadi produk dengan bentuk dan sasaran pasar yang lebih beragam.

Namun, besarnya tambahan pendapatan dari produk olahan tersebut belum dapat dihitung karena belum tersedia data penjualan dan omzet yang terverifikasi.

Pendampingan Petani dan Keterlibatan Warga

Selain mendampingi kelompok petani, program TJSL PT Semen Padang juga mendukung peningkatan keterampilan warga dalam mengembangkan produk olahan kopi.

Sebanyak lima warga mengikuti pelatihan pengembangan produk di Royal Asia Hotel.

Sementara itu, sekitar 10 perempuan dari RW 5 dan RW 6 terlibat aktif dalam pengembangan produk Kopi Bantjah.

Kegiatan tersebut juga menyasar generasi muda melalui pelatihan barista. Keterlibatan perempuan dan anak muda diharapkan memperluas peran masyarakat dalam mengembangkan kopi lokal, mulai dari pengolahan hingga pemasaran.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan program TJSL diarahkan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan perusahaan.

Dukungan tersebut mencakup pengembangan produk dan kolaborasi untuk memperkuat potensi ekonomi lokal.

Dengan produksi sekitar 200 kilogram green bean per tahun berdasarkan data kelompok, Kopi Bantjah masih memiliki ruang untuk mengembangkan rantai usaha, terutama melalui peningkatan kualitas produk, pengolahan, dan perluasan pasar.

Pengembangan itu tetap membutuhkan pencatatan produksi, biaya, volume penjualan, dan omzet secara berkala agar perkembangan usaha serta dampak ekonominya bagi petani dan warga dapat diukur dengan lebih akurat.(*)

Editor : Hendra Efison
petani kopi Padang produksi green bean Koto Baru Pauh PT Semen Padang. Kopi Bantjah